Banyaknya kasus perbudakan buruh yang kerap kali terjadi dapat menjelaskan bahwa sistem kerja outsourcing yaitu seperti dialami oleh buruh yang bekerja disebuah pabrik yang ada di Tangerang. Mereka dibawa oleh seseorang dan dibayar dengan upah murah yaitu Rp 700 ribu-an yang di bawah UMR Tangerang. Serta lemahnya pengawasan perburuhan mereka bekerja 18 jam per hari.

Kasus pelanggaran hak-hak buruh seperti itu memang kerap kali terjadi, baik dalam hal jam kerja yang melebihi batas kewajaran maupun upah yang dibayarkan kecil. Jam kerja di Indonesia telah ditentukan di UU no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan yaitu untuk 40 jam kerja seminggu, untuk pembagian waktu dapat 7 jam kerja pada hari ke-1 sampai hari ke-5 dan 5 jam pada hari ke-6 ataupun 8 jam kerja selama 5 hari. Jika melebihi batas tersebut perusahaan dapat dikenakan sanksi,” ungkap Sriwati SH MHum selaku dosen FH.

Menanggapi kecurangan yang ada ini pemerintah juga bergerak dengan adanya pegawai pengawas. Pegawai pengawas ini bertugas untuk mengawasi dan memeriksa perusahaan-perusahaan secara bergilir. Meskipun ada pegawai, pengawas buruh pun harus tetap aktif ketika ia merasa dicurangi karena jumlah dari pegawai pengawas tidak sepadan dengan jumlah perusahaan yang ada. “Cara yang paling mudah dengan buruh melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) lalu menyebutkan nama perusahaan dan menjelaskan seperti apa ketidak adilannya. Setelah itu Disnaker akan mengirimkan orang untuk menyelidikinya,” terang Sriwati.

Selain upaya yang dilakukan oleh pemerintah, Ubaya selaku perguruan tinggi juga melaksanakan tri dharma yang berbentuk pengabdian pada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan salah satu langkah kecil seperti FH melakukan penyuluhan terhadap buruh-buruh. Diharapkan dari penyuluhan yang diberikan, buruh dapat lebih sadar terhadap mekanisme pelaporan sehingga hukum yang ada lebih efektif. (faz/wu)

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/interview_detail/73/Buruh-Harus-Aktif--.html