Saat ini penduduk Indonesia belum memiliki insurance-minded dimana mereka berpikir bahwa kebutuhan sandang dan pangan harus terpenuhi dahulu dan cenderung hanya orang-orang ekonomi kelas menengah ke atas. Biasanya hanya orang-orang itu yang merasa asuransi sangat penting. Tak dipungkiri asuransi adalah sebuah produk keuangan yang menjadi kebutuhan sebagian masyarakat masa kini. “Latar belakang seseorang tidak mempengaruhi pertimbangan seseorang untuk menggunakan asuransi, namun hanyalah kebutuhan dari orang tersebut. Bila sering dihadapkan dengan kondisi berisiko tinggi maka sudah selayaknya menggunakan asuransi,” jelas Dr Deddy Marciano selaku Dosen Manajemen Keuangan FBE.

Asuransi sendiri memiliki banyak jenis dan beragam kegunaan. “Pada umumnya ada beberapa jenis asuransi, seperti asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi kebakaran rumah, asuransi kesehatan, asuransi kendaraan. Bila ingin merasa secure memang lebih baik menggunakan semua asuransi yang ada. Contohnya mahasiswa-mahasiswa yang tinggal di kos-kosan butuh asuransi kesehatan agar terjamin kesehatannya,” ucap penghobi baca ini.

Namun pada perkembangannya, manfaat asuransi tidak hanya sebagai proteksi. Deddy mengakui bahwa ada manfaat lain yakni investasi. “Itu sebagai sweetener yang menarik masyarakat untuk menjadi klien dari asuransi tersebut,” tambah Deddy yang juga seorang pendeta.

Kelebihan dari penggunaan asuransi adalah mendapat perasaan nyaman karena dengan penggunaan asuransi yang tepat, secara financial tidak akan mengalami kerugian. Namun tentu saja bila memanfaatkan asuransi dengan tidak cermat, kerugian juga bisa terjadi. “Tips untuk memilih asuransi yang baik adalah disesuaikan dengan need assessment yang berpatok pada kebutuhan. Carilah informasi terlebih dahulu, perhatikan kontrak yang diserahkan oleh agen asuransi, dan perhitungkan budget dalam penggunaan asuransi,” tutup pria kelahiran Surabaya ini. (gun/wu)