Mempertahankan akreditasi A bukanlah hal mudah yang dapat dilaksanakan oleh setiap Fakultas di dalam sebuah Universitas. Namun dengan usahanya, Fakultas Psikologi (FP) Ubaya berhasil mempertahankan akreditasi tersebut ketika banyak universitas yang mengalami penurunan.

Dalam mempertahankan akreditasi A, FP Ubaya tidak semata-mata bekerja sendiri. Quality Assurance yang dimiliki Ubaya juga sangat membantu dan ISO yang ada di Ubaya sangat membantu dalam mengevaluasi kinerja. Dengan adanya evaluasi tersebut, FP terus berjuang untuk meningkatkan kualitasnya sehingga ketika ada penilaian akreditasi tidak dirasakan kendala yang berarti. “Quality Assurance sebenarnya mempersiapkan kita secara internal, sehingga kita siap untuk maju di tahap audit eksternal,” ungkap Prof Dr Yusti Probowati R.

Sebenarnya kunci dari perolehan akreditasi A ini adalah mempertahankan kinerja sesuai dengan tujuh standar yang ada, yaitu:

  1. Visi Misi

  2. Manajemen/Tata Pamong

  3. Mahasiswa dan Alumni

  4. SDM

  5. Pembelajaran

  6. Sarana Prasarana dan Keuangan

  7. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Apabila sebuah fakultas berhasil mempertahankan kinerja sesuai dengan ketujuh standar tersebut, niscaya akreditasi A akan diperoleh kembali.

“Sarana dan prasarana yang sudah difasilitasi oleh Ubaya dimanfaatkan dengan baik untuk menjalankan visi dan misi FP Ubaya,” tukas Prof Yusti. Selain itu, para dosen FP Ubaya juga telah berkomitmen menjalankan standard yang ada dengan sebaik-baiknya, terutama dalam penelitian, pengabdian, pembelajaran dengan mahasiswa, serta jaringan dengan alumni. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya dosen FP Ubaya yang diundang sebagai pembicara level nasional. Ada pula dosen yang juga berhasil mendapatkan akreditasi dalam hal jurnal, dimana kondisi di Indonesia hanya sedikit universitas yang memiliki akreditasi dalam hal jurnal.

FP Ubaya memiliki 35 dosen unggul, diantaranya adalah 3 guru besar, 8 doktor, dan 24 magister. Di tahun ini akan ada 11 dosen lagi yang akan meraih gelar doktor. Memang dosen-dosen di FP Ubaya sudah ahli dalam ilmu pengetahuan. Namun kepandaian saja tidak cukup, para dosen harus bisa bekerja sama dan berkomitmen yang tinggi untuk meraih akreditasi A tersebut.

Begitu pula bila kita lihat dari sisi para anak didik. Mahasiswa merasa begitu dekat dengan dosen sehingga merasa “teropeni” hingga mereka lulus melalui jaringan alumni. Sebab selalu diadakan pembinaan dan pembentukan karakter bagi tiap mahasiswa di luar kurikulum FP melalui Fase Pertumbuhan (Exploring Myself), Fase Pengembangan (Self Help Camp), dan Fase Pendewasaan (Live In). Pembinaan tersebut diadakan guna menempa mahasiswa untuk siap menjalani dunia kerja usai lulus dari Ubaya.

Prof Yusti selaku dekan FP Ubaya juga menyatakan bahwa usaha mempertahankan akreditasi ini juga tidak luput dari bantuan solid para dosen, karyawan, mahasiswa hingga para cleaning service. Bahkan menurutnya yang layak bangga dan diberi ucapan terima kasih adalah mereka yang telah berjuang bersama dalam mempertahankan akreditasi A di FP Ubaya.

FP Ubaya terbukti menelurkan SDM berkualitas. Kini FP Ubaya telah memiliki kerja sama lebih dari 800 perusahaan. Bahkan ada beberapa perusahaan yang mencari tenaga kerja hanya lulusan Ubaya saja. Masyarakat sendiri juga mengakui bahwa Ubaya memiliki Fakultas Psikologi yang baik sehingga membantu promosi dari mulut ke mulut. Karena FP Ubaya benar-benar mengayomi para stakeholder dengan baik.

Baru-baru ini FP juga melakukan kerja sama dengan Zheijang University di HangZou China. Dalam kerjasama ini akan diadakan student exchange baik mahasiswa S1 maupun S2 magister science selama maksimal 6 bulan. Magister science merupakan program baru di FP yang dapat diambil oleh lulusan S1 dari fakultas lain. Selain itu, dalam rangka memperingati 30 tahun (2012), FP akan mengadakan pekan ilmiah mahasiswa FP se-Indonesia, rangkaian seminar dan workshop, serta temu alumni. Lengkap sudah kebanggan kita akan FP Ubaya. (mdi/wu)