Pernahkah Anda membaca buku Blue Ocean Strategy? Buku yang membahas strategi untuk menemukan lautan biru (Blue Ocean) yang diwarnai hanya sedikit persaingan?

Dengan latar belakang di bidang keuangan dan akuntansi, Pimpinan sekaligus Pemilik Artha Raya Consult ini menuturkan bahwa buku tersebut sangat menginspirasi beliau untuk menekuni perpajakan karena pada saat itu orang memandang pajak sebagai hal yang kurang positif dan hanya sedikit orang yang mau menyentuhnya sehingga beliau berfikir kalau semua orang tidak ada ada yang menyukai pajak berarti ini merupakan “big opportunity” bagi orang yang melek pajak.

Blue Ocean Strategy juga beliau terapkan dalam memilih klien. Pada saat ini beliau cenderung menfokuskan diri untuk menjadi biro konsultan bagi perusahaan asing, perusahaan terbuka atau perusahaan yang perpajakannya diatur khusus seperti pertambangan maupun oil and gas company karena  konsultan lain cenderung menghindarinya karena pengerjaannya cukup rumit, banyak menggunakan bahasa asing dan mata uang dollar dalam pelaporan keuangannya.

Ketika ditanya tentang peluang karir di bidang perpajakan, Pimpinan Artha Raya Consult sekaligus praktisi yang menjadi salah satu dosen prodi pajak di Politeknik Ubaya ini menuturkan bahwa peluang berkarir di bidang perpajakan masih sangat menjanjikan. Bahkan beliau menambahkan bahwa saat ini staf pajaknya minimal berpenghasilan 2 juta dengan menerapkan sistem penggajian berbasis kompetensi dimana untuk pegawai yang lebih rajin dan lebih produktif akan menerima insentif  lebih untuk mereka yang mau ambil bagian dalam pengerjaan proyek yang lebih rumit. Insentif  hingga unlimited bagi mereka yang mau serius.

Peluang lulusan perpajakan antara lain sebagai pegawai di perusahaan swasta, pegawai di BUMN atau BUMD, pegawai kantor pajak, pegawai kementrian maupun departemen pemerintah selaku bendaharawan atau Kuasa Pengguna Anggaran, menjadi Dosen atau menjadi Konsultan Pajak. Untuk menjadi konsultan pajak syaratnya harus lulus S1 dan lulus USKP. Bagi lulusan Prodi Perpajakan yang sudah lulus dan ingin menjadi Konsultan Pajak bisa meneruskan dan membiayai kuliah S1 mereka sendiri dari hasil pekerjaan yang mereka tekuni setelah lulus. Apalagi Program Studi Perpajakan Politeknik Ubaya perkuliahannya hanya 2.5 tahun saja, jadi peluang untuk membiayai S1 ataupun start memulai karir lebih awal sangat terbuka lebar.

Beliau juga mengatakan bahwa untuk bisa sukses di bidang perpajakan, seseorang harus tekun, memiliki dasar akuntansi dan analisa yang cukup kuat. Beliau menambahkan bahwa pada awalnya semua orang juga tidak memahami suatu ilmu maka dari itu seseorang perlu memiliki kemauan untuk belajar dan tekun untuk mencapai kesuksesan di bidang ini.

Ketika Tim Info Politeknik Ubaya yang mewancarai beliau menanyakan kenapa harus ada pajak, beliau menuturkan bahwa sumber pembiayaan  pembangunan dan kegiatan pemerintah adalah dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Beliau juga menambahkan bahwa konsep yang ditawarkan kepada klien maupun masyarakat adalah  mengedukasi kliennya bagaimana cara menghemat pajak, bukan mencuri pajak.  Karena selama ini banyak orang salah persepsi tentang konsultan pajak, banyak orang mengira konsultan pajak identik dengan pencuri pajak, benar-benar tantangan bagi seorang  konsultan pajak terdaftar untuk makin profesional dan handal tanpa  mengandalkan uang dalam menyelesaikan setiap kasus perpajakan yang ditanganinya tutur  konsultan pajak yang menerapkan Blue Ocean Strategy di tengah maraknya kasus Gayus. (Wawancara dengan M. Zeti Arina, MM. BKP – Pimpinan dan Pemilik Konsultan Pajak Terdaftar Artha Raya Consult)