Penyambutan mahasiswa baru (maharu) atau yang dikenal dengan masa Orientasi Bersama (MOB) 2011 yang mulai 1 Agustus hingga 11 hari kedepan, pada tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Sebagai kampus yang menghargai keragaman kultur serta keyakinan tiap mahasiswanya, Ubaya sangat menghargai bulan suci magi umat Muslim tersebut, termasuk dalam penyelenggaraan MOB. “Selama MOB ini maharu dipulangkan jam 4 sore (16.00 WIB). Jadi jam 4 itu, Ubaya sudah di setrilkan,” Kata Marlina SH MHum, ketua pelaksana MOB 2011.

Terkait dengan Tema MOB, yaitu “Virtue of Conduct as our Moral Compass”, Marlina menyatakan bahwa tema ini sebenarnya terinspirasi dari Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun lalu. Tema Hardiknas tahun lalu ini menekankan tentang pendidikan berbasis karakter. “Ini adalah mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur untuk peserta didik, yang akan digunakan mereka sendiri nantinya,” lanjut dosen tetap FH ini.

Tentang pendidikan berbasis karakter sendiri, Ubaya sudah menerapkannya dalam kehidupan perkuliahannya. Di Ubaya dikenal dengan istilah hard skill dan soft skill. Hard skill lebih mengarah kemampuan fisik, kemampuan yang diukur dengan IP itu sendiri. Sedangkan soft skill lebih mengarah ke pendidikan berbasis karakter, mengasah kemampuan karakter yang kuat. “Saya sangat berharap maharu bisa memanfaatkan semua fasilitas yang ada di Ubaya ini. Sehingga selain hard skill, kalian bisa dapat soft skill,” tukas Marlina. Hal tersebut diungkapkan, mengingat Ubaya memiliki ratusan organisasi kemahasiswaan (ormawa) dan tempat kerja paruh waktu seperti CAC dan Warta Ubaya.

Keseluruhan acara MOB yang diadakan selama 11 hari ini, hanya sebagai masa orientasi, inisiasi menyambut mahasiswa barunya. Ini adalah sebuah kegiatan akademik yang bertujuan untuk mengenalkan setiap detail Ubaya, “Jadi ini bukan ajang ploncoan, kami mengurangi setiap bentuk kegiatan yang sekiranya memberatkan maharu,” jelas Marlina. Tak heran, selain kegiatan hanya dibolehkan hingga jam 4 sore, maharu tidak dibebankan tugas rumah yang berat.

11 hari yang digunakan sebagai MOB ini terdiri dari 3 hari untuk pengenalan Universitas, 4 hari untuk pengenalan Fakultas masing-masing mahasiswa, dan sisanya adalah untuk Maharu Cup. Event tahunan Maharu Cup ini adalah sebagai wadah Ubaya untuk menemukan bibit-bibit baru dibidang olah raga dan seni. “Jadi medali yang diperebutkan sebenarnya bukanlah tujuan diadakannya Maharu Cup, yang terpenting adalah mengenai bagaimana nantinya mereka. Bibit-bibit baru tersebut dapat mengharumkan nama Ubaya, bukan hanya fakultas,” demikian wanita ramah ini menjelaskan.

Marlina sangat berharapa agar peserta MOB bisa memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Yaitu dengan mempelajari, menghayati, serta mengamalkan sungguh-sungguh mengenai pendidikan berbasis karakter. Juga dengan mementingkan nilai kebaikan dan nilai sikap. “Selamat datang maharu 2011. Selamat bergabung menjadi keluarga besar di Ubaya!” katanya sambil tersenyum hangat. (vqs,ano/wu)