Pahlawan devisa negara, sebuah julukan yang tepat bagi para TKI. Peranan para TKI dapat mempengaruhi devisa negara Indonesia. Namun ironisnya, belakangan ini banyak TKI yang dipulangkan dari Saudi Arabia. Para TKI tersebut dipulangkan ke Indonesia disebabkan karena overstay. Overstay merupakan kondisi dimana ijin kerja dari para TKI yang sudah habis atau kadaluarsa. Hal itu tidak memberi dampak yang signifikan bagi negara Indonesia disbanding permasalahan defisit dengan Cina. Akan tetapi, daerah kantong asal para TKI yang dipulangkan tersebut akan mengalami penurunan kesejahteraan.

Kejadian TKI yang dipulangkan dari Saudi Arabia tersebut menyebabkan bertambahnya pengangguran di Indonesia. “Semakin tingginya tingkat pengangguran di negara Indonesia akan menyebabkan rasio ketergantungan ikut meningkat pula,” ungkap Firman Rosjadi Djoemadi SE MT, dosen Ilmu Ekonomi FBE Ubaya. Rasio ketergantungan tersebut menunjukkan ketergantungan antara tanggungan keluarga TKI dengan TKI itu sendiri sebagai sumber penghasilan bagi keluarganya.

Semakin tingginya rasio ketergantungan itulah yang menyebabkan penurunan kesejahteraan daerah kantong asal para TKI. Dimana income yang seharusnya bisa digunakan untuk menanggung keluarga TKI menjadi berkurang bahkan hilang. Sehingga TKI yang dipulangkan tidak dapat lagi mencukupi kehidupan keluarganya.

Menurut dosen yang juga mengajarkan mata kuliah Perekonomian Indonesia di Ubaya ini, pemerintah harus mengambil langkah tegas dalam menangani permasalahan ini. “Pemerintah harus memperhatikan hal ini walaupun kasus ini tidak memberi dampak bagi perekonomian makro,” lanjut Firman. Antisipasi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam jangka pendek yaitu bernegosiasi dengan negara yang bersangkutan mengenai standar upah, jam kerja dan tenaga kerja. Dengan bernegosiasi, maka nasib para TKI masih dapat terjaminkan.

Selain itu, pemerintah juga harus melakukan antisipasi untuk jangka panjang bersamaan dengan antisipasi jangka pendek tersebut. Adapun langkah jangka panjang yang harus dilakukan oleh pemerintah yaitu peningkatan kualitas TKI. Peningkatan kualitas tersebut mencakup peningkatan skill, pendidikan, dan juga sertifikasi khusus. Sertifikasi khusus yang dimaksudkan yaitu sertifikasi keahlian TKI di bidang tertentu yang bersifat teknis. Langkah tersebut diharapkan dapat membawa TKI ke sektor yang lebih formal di luar negri. TKI yang berada di sektor formal tersebut akan lebih terjamin dalam menjalankan pekerjaannya. Karena adanya peraturan formal yang berlaku bagi sektor formal, maka pemerintahan luar negri tidak dapat semena – mena dalam mempekerjakan TKI. (asp/wu)