Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 28 September 1945 terjadi pengambil alihan Balai Besar Kereta Api Bandung dari tangan penguasa kolonial Jepang yang dilakukan oleh para pegawai kereta api Indonesia (Tim Telaga Bakti Nusantara, 1997 : 42). Tanggal itu selanjutnya diperingati sebagai Hari Kereta Api yang diperingati setiap tahun (Kompasiana.com, 28 September 2015). Kini pecinta perkereta apian di Indonesia makin tumbuh tak hanya di kalangan orang tau, bahkan usia belasan juga banyak yang gandrung dengan kereta api.

Bapak yang sedang mengambil studi doctoral di Bandung ini, sudah lama menggemari dan memiliki koleksi kereta model Indonesia, beliau adalah Yuwono Budi Pratiknyo, S.T., M.T. Berikut hasil wawancara redaksi dengan dosen Teknik Manufaktur, Pak Yuwono sapaan akrab di lingkungan Ubaya, dan Masinis Dipo Sangen di Lingkungan pengemar kereta model.

Bagaimana tanggapan Bapak sebagai pecinta kereta api, melihat merasakan perkembangan dunia transportasi kereta api di tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya?

A : Perkembangan dunia transportasi kereta api dalam lima tahun terakhir sangat pesat sekali baik dari sisi keamanam, kenyamanan dan pelayanan.

Q: Bagaimana menurut Bapak, respon pengguna kereta api saat ini?

A: Respon pengguna kereta api saat ini sangat besar sekali, hal ini dibuktikan dengan penuhnya seat Kereta Api dalam semua perjalanan kereta api.

Q : Sebagai penumpang setia kereta api, ada beberapa cara untuk membeli atau memesan tiket. Kemudahan akses dan layanan yang diberikan PT. KAI apakah sudah memenuhi keinginan dan kebutuhan calon penumpang menurut Bapak?

A: Menurut saya saat ini PT KAI sudah memberikan yang terbaik bagi penumpang, dengan HP kita dengan mudah bisa kita pilih jadwal keberangkatan yang kita inginkan tanpa harus antre berdesakan, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat sadar betapa pentingnya planning dalam perjalanan kita sehingga jauh-jauh hari kita sdh bisa memesan tiket baik untuk keberangkatan maupun kepulangan.

Q: Bagaimana pendapat Bapak terkait Kereta Api yang hanya beroperasi di perkotaan, yang sering kita sebut Kereta Komuter mampu memberikan jawaban atas kebutuhan alat transportasi kota?

A: Di Jakarta Kereta Komuter sangat membantu mengurangi kemacetan dan mampu menghubungkan beberapa kota penyangga (Bogor, Tangerang, Bekasi dan depok) lebih efisien. Dan saat ini kebetulan kami bersama tim dipercaya untuk membuat studi optimalisasi pemanfaatan jalur kereta api Jabodetabek, dengan harapan moda transportasi kereta api menjadi salah satu moda transportasi massa yang mampu mengurai problem kemacetan di ibukota

Q : Sebagai kolektor miniature kereta api, apa ada kriteria dalam mengoleksi ?

A : Untuk mengkoleksi kereta api, tidak ada kriteria khusus namun pada umumnya adalah kereta api Indonesia

Q: Bagaimana respon keluarga terhadap kegemaran Bapak sebagai pecinta sekaligus kolektor kereta api mini?

A: Saya selalu berpesan kepada teman teman, dalam mengkoleksi kereta api miniature jangan sampai dipaksakan dan mengganggu keperluan keluarga sehari-hari, nikmati hobby ini secara bertahap dan jangan dipaksakan.

Demikian sepenggal pendapat dan cerita dari narasumber kami, semoga di peringatan Hari Kereta Api 2017 menjadi peringatan yang membanggakan warga Indonesia atas perkembangan moda transportasi darat yang satu ini.

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/interview_detail/121/Peringatan-Hari-Kereta-Api.html