Pendidikan adalah hal yang penting bagi suatu bangsa. Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai peringatan atas jasa Ki Hajar Dewantara karena perjuangannya sebagai pelopor pendidikan di Indonesia. Hal ini juga diungkapkan oleh Nemuel Daniel Pah, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Wakil Rektor I Universitas Surabaya.

Q : Apa makna hari pendidikan bagi bapak ?
A : Hari pendidikan adalah hari memperingati momentum Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu pelopor yang membangkitkan pendidikan Indonesia. Sebenarnya pendidikan adalah proses yang sudah berjalan lama dan merupakan faktor penting bagi suatu bangsa. Suatu bangsa bisa maju apabila pendidikan di negara itu diurus dengan baik. Pendidikan tentunya mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Tetapi jangan kita salah artikan pendidikan hanya sebatas sekolah, tetapi pendidikan di keluarga, pendidikan di masyarakat juga pelu diperhatikan.

Q : Bagaimana pendidikan atau proses pembelajaran yang ditentukan oleh Dikti?
A : Dikti sudah punya SNPT (Standar Nasional Pendidikan Tinggi) yang berisi peraturan tentang standar yang harus diikuti oleh semua Perguruan Tinggi. Ada 9 standar, mulai dari penelitian, pembelajaran dan lain-lain. Jika semua telah dipenuhi, tentunya di setiap Perguruan Tinggi menghasilkan kualitas yang berbeda-beda

Q : Apa salah satu contoh ketentuan dari Dikti pak ?
A : Dikti terus mengatur untuk peningkatan kualitas, dulu dosen tidak ada ketentuan yang spesifik, sekarang dosen minimum S2 untuk program S1 dan minimum S3 untuk program S2. Selain itu, Dikti juga mengatur bahwa seorang dosen harus bersertifikasi dan harus produktif dan tuntutan itu berjalan terus. Dan setiap saat Dikti akan terus menaikkan standarnya, jadi itu langkah yang Dikti lakukan untuk menaikkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Q : Apa ketentuan yang terbaru dari Dikti?
A : Perubahan terbaru yang sedang ramai dibicarakan adalah penerimaan tunjangan profesi. Seorang dosen yang bersertifikasi bisa mendapat tunjangan profesi jika menghasilkan jurnal dalam waktu tertentu. Jika tidak memenuhi, tunjangan profesinya akan dikurangi. Untuk Lector Kepala harus menghasilkan minimum 3 karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dalam 3 tahun terakhir, jadi kira-kira ada 1 karya ilmiah per tahun.  Sedangkan untuk Profesor menghasilkan 3 karya ilmiah di jurnal Internasional dalam 3 tahun. Sebenarnya ketentuan ini sudah ada dari dulu, tetapi tidak dieksplisitkan dan tidak dikaitkan dengan pemberian tunjangan profesi.

Q : Bagaimana Ubaya menerapkan ketentuan dari Dikti ?
A : Tentunya Ubaya harus memenuhi standar minimum terlebih dahulu yang merupakan keharusan, kalau kita bisa melebihi standar minimum itu lebih baik. Ubaya terus mendorong dosen-dosennya untuk terus berkarya dan menghasilkan publikasi. Di Ubaya, semua dosen harus terlibat dalam penelitian, dalam setiap tahun harus ada minimum 1 proposal setiap dosen per tahun. Semuanya kita cantumkan dalam program tahunan.

Q : Apa target yang ingin dicapai Ubaya dalam hal pendidikan akademik ?
A : Kualitas pendidikan Ubaya menjadi yang terbaik dan bisa diterima di level Regional dan Internasional. Kita mulai bergerak untuk pengakuan sertifikasi dari AUN (Asean University Network) kemudian fakultas-fakultas juga banyak mengikuti aktivitas-aktivitas Internasional. Kita. Tujuannya adalah supaya kualitas pendidikan Ubaya juga terstandar secara Internasional. Setelah itu tercapai juga supaya Ubaya bisa menjadi Universitas yang membekas di hati semua orang.

Q: Strategi apa yang dilakukan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Ubaya ?
A : Dalam segi dosen, kita merekrut dosen-dosen yang terbaik kemudian membuat dosen-dosen up to date dengan mengirim mereka sekolah dan mengikuti pelatihan-pelatihan. Dari segi kurikulum harus up to date sesuai dengan keilmuannya dan terstandar di Nasional dan Internasional. Kemudian Ubaya juga terus melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana sehingga bisa menunjang pendidikan mahasiswa.


Q : Apa harapan bapak tentang pendidikan di Ubaya ?
A : Saya berharap Ubaya bisa mendidik mahasiswa sesuai dengan kompetensi yang sudah dicanangkan di setiap Program Studi, supaya mereka lulus dengan kompetensi dan bisa diterima di masyarakat. Selain dari segi keilmuan, saya berharap supaya Ubaya juga bisa mendidik mahasiswa yang punya karakter yang profesional dan nasionalis.