INSYMA (International Annual Symposium on Management) merupakan acara yang rutin diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika setiap tahunnya. INSYMA ke-14 akan diadakan pada 3-4 Maret 2017 di Hotel Aston Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Seperti yang disampaikan oleh Ketua INSYMA ke-14, Prita Ayu Kusumawardhany, S.E.,M.M, setiap tahunnya INSYMA memiliki topik yang berbeda-beda, kali ini Topik yang diangkat adalah A Big Push To World-Class Tourism.

Q : Apa itu INSYMA ?

A : INSYMA adalah wadah bagi para praktisi, akademisi, mahasiswa untuk bersama-sama mendengarkan dan berdiskusi mengenai hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh para akademisi. Para akademisi terlebih dahulu mengumpulkan paper hasil penelitian berkaitan dengan topik tertentu. Dalam INSYMA kali ini, kami didukung oleh beberapa universitas yaitu Universitas Islam Riau, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Multimedia Nusantara dan South Florida University. Selain itu kami juga mendapat dukungan dari University of Social Sciences and Humanities Hociminh City dan juga VAFA (Vietnam ASEAN Friendship Association.

Q : Mengapa memilih tourismsebagai topik INSYMA ke-14 ?

A : Kami meyakini bahwa peluang dari bisnis wisata sangatlah besar, karena banyaknya objek-objek wisata yang sebenarnya berpotensi untuk menjadi objek wisata yang terkenal di mata dunia. Tetapi memang masing-masing provinsi masih belum mampu untuk memaksimalkan potensi ini. Sehingga pada akhirnya mungkin objek wisata masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Padahal jika dilihat dari segi pertumbuhan ekonomi dan kebijakan investasi, pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat membantu perekonomian negara.

Q : Mengapa pariwisata Indonesia tertinggal dibanding negara lainnya ?

A : Sebenarnya potensi objek bisa Indonesia itu jauh lebih besar dibandingkan dengan negara lainnya. Karena memang Indonesia merupakan negara kepulauan, kemudian otomatis menyimpan banyak Sumber Daya Alam yang menarik. Tetapi permasalahannya adalah atraksi yang kita tawarkan, fasilitas-fasilitas di masing-masing objek wisata itu masih sangat kurang dibandingkan negara lain. Jadi mungkin jika dilihat, standard pariwisata Indonesia itu masih kurang.

Q : Mengapa memilih Tanjung Pinang sebagai lokasi pelaksanaan INSYMA?

A : Karena topiknya terkait dengan pariwisata, jadi kami sempat melakukan banyak observasi untuk mencari daerah di Indonesia yang mempunyai potensi, tetapi masih belum terlalu terkenal secara global. Tanjung Pinang memiliki pulau bernama Pulau Bintan yang menyimpan banyak potensi sumber daya alam, kemudian akses bagi para peserta juga relatif mudah. Selain itu, di Tanjung Pinang sendiri, akses untuk menuju ke Batam, Singapore itu lebih mudah.

Q : Siapa saja peserta dalam INSYMA ?

A : Pesertanya berjumlah 100 orang yang berasal dari kalangan akademisi, dosen dan juga mahasiswa dari seluruh Indonesia. Selain itu, akan ada delegasi dari luar negri, 6 orang dari Vietnam, 3 orang dari Filipina, 1 orang dari Amerika, 1 orang dari Kamboja, 1 orang dari Malaysia dan 1 orang dari Singapore.

Q : Bagaimana keberlanjutan setelah acara ini selesai ?

A : Kalau dari sisi peserta, peserta yang mengumpulkan paper, otomatis papernya akan termuat di prosiding yang sudah memiliki nomor ISBN (International Standard Book Number). Kemudian kalau memang peserta menginginkan untuk mereview paper mereka lebih lanjut, maka paper mereka berkesempatan untuk dimuat dalam Jurnal Manajemen Bisnis yang dimiliki oleh Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya. Tetapi untuk bentuk kerjasama dengan Universitas lainnya, kami mengharapkan akan ada kerjasama yang bisa dilakukan lagi untuk kegiatan selanjutnya.

Q : Harapan ibu dengan adanya kegiatan INSYMA ?

A : INSYMA yang diselenggarakan Jurusan Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika diharapkan akan semakin berkembang dengan terus meningkatkan jumlah partisipan dan partnership. Selain itu, INSYMA bisa tetap dapat menyajikan topik-topik terupdate. Hasil dari call for paperjuga diharapkan bisa bermanfaat bagi seluruh partisipan.