Untuk menjadi seorang apoteker,mahasiswa yang telah menyandang gelar Sarjana Farmasi wajib untuk melanjutkan studi ke Program Studi Profesi Apoteker (PSPA). Hal ini berlaku untuk semua calon apoteker di Indonesia. Setelah divisitasi, PSPA Fakultas Farmasi Ubaya kembali mendapatkan Akreditasi A dari LAM-PTKes. Menurut Alasen Sembiring Milala, S.Si., M.Si., Apt., Kaprodi PSPA Fakultas Farmasi Ubaya, akreditasi A ini tentu tak bisa didapatkan jika bukan berkat kerjasama dari seluruh pihak.

Q : Kapan proses Akreditasi dilakukan?

A : Proses akreditasi untuk PSPA sebenarnya sudah didaftarkan ke LAM-PTKesbersamaan dengan Akreditasi untuk S1. Tepatnya pada tanggal 29 Maret 2016, kemudian dilaksanakan penunjukan fasilitator, lalu proses fasilitasi dilaksanakan mulai Juli 2016. Setelah proses fasilitasi yang berjalan selama 3 bulan, dilakukan penunjukan asesor untuk melaksanakan asesmen kecukupan dan selanjutnyadilaksanakanproses visitasiatau asesmen lapangan. Asesmen lapangan PSPA Ubay dilakukan pada tanggal 11-14 Januari 2017 selama 3hari, yang terbagi atas wawancara dengan PSPA, Pengelola PS, dan stakeholders di hari I, kunjungan ke tempat Praktek Kerja Profesi di hari II, dan wrap up serta serah terima berita acara di Ubaya Training Center di hari III. Stakeholders yang diundang untuk diwawancarai oleh asesor, terdiri dari para pengguna lulusan danpreseptordari Apotek, Industri, Rumah Sakit, dan Pemerintahan. Sesuai dengan jumlah asesor yang 3 orang, maka kunjunganke tempat PKPmeliputi 3 insitusiyaitu ke Aapotek Ubaya, Apotek Kimia Farma, dan Aapotek Pradhana. Rumah Sakit Dr. Soetomo, RSAL, dan RKZ adalah 3 RS yang dikunjungi dan PT. Coronet Crown, MSD, dan PT Interbat adalah Industri yang dikunjungi. Setelah proes visitasi akanada proses validasi dan sidang majelis LAM-PTKes untuk menentukan peringkat akreditasi. Hasil akreditasi yang telah didapatkan berlaku hingga tahun 2022.

Q : Bagaimana proses untuk mempersiapkan bBorang (proposal akreditasi) apakah ada kesulitan?

A : Untuk proses persiapannya, PSPA punya tim yang mempersiapkan seluruh berkas untuk akreditasi. Dalam penyusunan borang, kami disupport oleh fasilitator dari LAM-PTKes. Setelah semua data borang kami kirim secara on line, dilakukan proses visitasi. Visitasi dilakukan oleh 3 orang asesor,salah satunya mewakili organisasi profesi apoteker (Ikatan Apoteker Indonesia). Untuk menghasilkan penilaian yang komprehensif maka asesor tidak cukup memeriksa data saja, tapi juga langsung dilihat ke lapangan. Selama proses akreditasi ini, seluruh tim bahu membahu, baik dosen PSPA, Fakultas,maupun staf adiministrasi. Data tentang tridarma perguruan tinggi PSPA yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat disiapkan secara lengkap. Tidak ketinggalan prestasi dosen dan tenaga kependidikan kami sampaikan saat presentasi.

Q : Apa yang menurut bapak menjadi kunci penting dalam memperoleh akreditasi A?

A : Yang pertama tentu saja data kita yang lengkap. Disiapkan semua data tridarma perguruan tinggi di PSPA. Begitu pula data mahasiswa, lulusan, dan dosen PSPA, begitu pula data apoteker tempat para mahasiswa melakukan praktik. Untuk bisa membimbing mahasiswa menjadi apoteker, tentu saja para dosen dan apoteker (preseptor) di tempat praktik mahasiswa haruslah apoteker yang kompeten. Untuk kelengkapan data maka kami mengumpulkan fotockopi KTP, Ijazah Apoteker, Sertifikat Kompetensi Profesi Apoteker, dan Surat Tanda Registrasi Apoteker. Yang kedua tentu saja karena proses visitasi yang berjalan dengan baik.

Q : Tolong jelaskan mengenai proses visitasi yang terjadi selama tanggal 11-14 Januari 2017.

A : Jadi, di awal proses visitasi, kita menjemput assesor di bandara. Kita antarkan ke hotel dan kita jemput ke Ubaya selama mereka melakukan assesment lapangan. Artinya kami menjamin kesehatan dan keselamatan assesor. Pada saat visitasi di Ubaya, baik Rektorat, Ketua LPPM, seluruh Dekan dan Direktur Politeknik,maupun supporting system menyambut kedatangan asesor. Lalu pada hari ketiga, untuk setiap asesor kita dampingi mengunjungi 1 apotik, 1 industri farmasi, dan 1 rumah sakit tempat mahasiswa melakukan praktik. Tak hanya itu, kita juga mengajak assesor untuk pergi ke fasilitas pengembangan karakter mahasiswa atau character development di Kampus III Universitas Surabaya, Ubaya Training Center, di Trawas. Jadi kita inginmenunjukkan bukti bahwa mahasiswa PSPA tidak hanya belajar dan praktik, tapi juga dilatih soft skill.

Q : Berapakah nilai yang diperoleh oleh PSPA Fakultas Farmasi Ubaya dan apa harapan ke depannya?

A : Nilainya tergolong tinggi, kita mendapat nilai 374. Harapan ke depannya kita tidak mau berpuas diri, tetap dilakukan pengembangan baik mutu maupun fasilitas. Lalu, target berikutnya bisa untuk mendapatkan akreditasi yang sifatnya internasional.

Sebuah profesi adalah hal penting yang harus bisa dipertanggung jawabkan oleh setiap individu kepada masyarakat. Oleh karena itu, untuk terus bisa memberikan yang terbaik, PSPA Ubaya tak akan berpuas diri. Peningkatan baik dari aspek mutu maupun administrasi akan terus ditingkatkan.(tea)