Kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang logistik, distribusi dan transportasi pada industri terus meningkat. Peningkatan jumlah dan kompetensi SDM pada industri baik sekarang dan di masa mendatang patut menjadi perhatian. Eric Wibisono, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Magister Teknik Industri menjelaskan bahwa Universitas Surabaya membuka Program Studi Magister Teknik Industri dengan konsentrasi Logistics and Supply Chain Engineering untuk menjawab kebutuhan tersebut.

 

Q : Apa alasan Universitas Surabaya membuka Prodi Magister Teknik Industri?

A : Salah satu alasan dibukanya Magister Teknik Industri dengan konsentrasi Logistics and Supply Chain Engineering adalah adanya kebutuhan SDM di industri tersebut. Yang kita lihat di negara kita, logistik di lapangan itu memiliki tantangan yang luar biasa. Waktu transportasi baik dalam-kota maupun antar-kota lama karena infrastruktur yang tidak memadai, sehingga beberapa produk yang daya tahannya tidak tinggi, misalnya produk segar seperti sayur, tidak dapat dikirim jauh. Contoh, jarak antara Surabaya-Banyuwangi ditempuh dengan waktu 7 jam. Di Thailand, dengan infrastruktur jalan yang besar dan terhubung highwayantar-kota,jarak yang sama bisa ditempuh dalam 3-4 jam saja. Riset-riset dan publikasi ilmiah dari Indonesia di bidang ini masih sangat sedikit.

 

Q : Mengapa hanya membuka konsentrasi Logistics and Supply Chain Engineering?

A : Karena konsentrasi Logistics and Supply Chain ini cukup luas, jadi semua yang diajarkan di S1 Teknik Industri itu sebenarnya bisa dikembangkan di S2-nya. Kami melihat Logistics and Supply Chain adalah yang paling dibutuhkan saat ini, karena mulai dari pemerintah dan pelaku-pelaku industri menghadapi permasalahan seperti efisiensi dalam transportasi dan distribusi. Jadi bagaimana kajian akademis terkait masalah itu, cara membuat planninguntuk mengatasi masalah-masalah seperti itu, sangat dibutuhkan.

 

Q : Apakah hanya S1 teknik industri yang bisa melanjutkan di Magister Teknik Industri?

A : Dari pemerintah sebenarnya tidak ada peraturan spesifik, kami sendiri tidak akan membatasi. Jika dari jurusan lain, maka akan ada namanya Tes Substansi Akademik. Jika Tes Substansi Akademiknya kurang, bisa mengikuti matrikulasi lebih dulu.

 

Q : Siapa target market untuk Magister Teknik Industri?

A : Tentunya kami menyediakan wadah bagi alumni S1 Teknik Industri yang tertarik untuk belajar lebih jauh tentang S2 teknik. Kemudian para pelaku operasional industri, baik operasional gudang, pabrik, transportasi, mesin, dll yang berhubungan dengan Logistics and Supply Chain.

 

Q : Apa yang menurut bapak hanya bisa didapat di Magister Teknik Industri Ubaya?

A : Track recordS1 Teknik Industri Ubaya sudah terbukti, dan sumber daya di S1 sama dengan S2, baik infrastruktur, pengajar dan sebagainya. Untuk penjaminan mutu, prodi S1 Teknik Industri konsisten mempertahankan akreditasi A, dosen dan mahasiswanya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, secara institusi kita terakreditasi A, tersertifikasi ISO 9001 dan tiga tahun berturut-turut memperoleh SNI Award peringkat Gold. Saya selalu katakan bahwa semuanya itu saling terkait: dosen yang baik dan berprestasi membina mahasiswanya, maka mahasiswanya juga akan ikut berprestasi. Selain itu Ubaya juga memiliki Guru Besar di bidang Supply Chain. Fasilitas kita secara umum juga cukup lengkap.

 

Q : Apa kira-kira tantangan yang akan dihadapi ke depannya?

A : Akan ada kelompok yang ragu-ragu, ada juga kelompok yang sudah yakin akan melanjutkan studinya. Kelompok ‘ragu-ragu’ ini harus diingatkan terus bahwa dunia kerja saat ini menuntut lebih dari hanya S1. Dengan melanjutkan S2 akan didapat tambahan wawasan dan skillsehingga diharapkan bisa menghasilkan SDM yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri.

 

Q : Apakah ada pesan untuk calon mahasiswa Magister Teknik Industri?

A : Pengembangan diri itu boleh pilih-pilih caranya, terserah pada Anda. Tetapi, pengembangan diri itu sendiri adalah suatu hal yang mutlak. Jadi mengembangkan diri lewat kursus dan sebagainya itu boleh, tetapi kita harus terus berkembang. Mudah-mudahan tidak hanya berhenti pada S1 saja, tetapi bisa terus mengembangkan diri pada bidang peminatannya masing-masing.

Semoga dengan adanya Magister Teknik Industri di Universitas Surabaya bisa membantu menghasilkan SDM yang akan bermanfaat bagi masyarakat dalam mendukung perbaikan sistem logistik nasional.

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/interview_detail/113/Magister-Teknik-Industri-Ubaya-Jawab-Kebutuhan-Industri-Di-Bidang-Logistics-And-Supply-Chain.html