Bagi para penggemar buku segala usia, khususnya di Surabaya, Big Bad Wolf Books Sale tentunya menjadi salah satu eventyang sungguh sayang untuk dilewatkan. Eventyang dihelat di JX Internasional Surabaya, menyajikan bukuberkualitasdengan diskon mulai 60-80%. Stefanus Budy Widjaja S.T., M.Si., salah satu dosen pengajar di Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya, ternyata juga tak melewatkan kesempatan ini. Bersama sang anak, ia datang dan bahkan merekomendasikan eventini untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga. Berikut penjelasan Beliau mengenai event yang terselenggara 20-31 Oktober 2016 ini.

 

Q: Kalau boleh tahu, tepatnya kapan Bapak ke eventtersebut?

A: Padahari pertama Big Bad Wolf dibuka. Saya datangdengan menggunakan undangan masuk yang diberikan oleh Bank Mandiri selaku sponsor utama acara tersebut.Saya juga tahu acara itu dari undangan masuk yang diberikan oleh Bank Mandiri.Saya datang bersama dengan anak saya, Michael Armstrong Subali. Kebetulan istri sama anak saya yang perempuan, Anita Dominique tidak bisa hadir karena kesibukannya masing-masing.

 

Q: Menurut Bapak, apa manfaat yang didapatkan setelah mengunjungi eventtersebut?

A: Manfaatnya ada banyak, salah satunya untuk menyalurkan hobi membaca. Banyak buku di sana. Saya belajar untuk selektif dalam memilih buku yang hendak dibeli. Saya juga belajar untuk mengerti kreativitas penulis dalam menulis buku. Selain itu, saya belajar untuk mengetahui cara pengelolaan eventyang besar dengan rangeproduk yang sangat banyak. Tak hanya itu, acara ini juga melibatkan personil yang tidak sedikit tetapi tetap dapat memberikan layanan yang baik. Saya pribadi sebagai pembeli merasakan kenyamanan dalam memilih dan berbelanja di eventtersebut.

 

Q: Apakah Bapak sendiri memiliki hobi membaca?

A: Ya, sebagai seorang dosen, membaca adalah suatu kewajiban dalam memperoleh ilmu baru,selain lewat interaksi dengan ilmuwan lain dalam seminar dan diskusi ilmiah. Sejak kecil saya suka membaca, ini karena hasil apa yang ditanamkan oleh orangtua bahwa buku berisikan banyak hal-hal yang menarik untuk dieksplorasi, seperti buku cerita, komik dan majalah.Selain itu bisa juga buku teks, laporan ilmiah, jurnal akademik merupakan sumber ilmu dengan kedalaman yang berbeda-beda tergantung penulis dan penerbit serta tujuan yang akan dicapai. Secara umum, dalam masyarakat kita kenal bahwa buku merupakan gudang ilmu. Semua ilmu ada di dalamnya, tergantung bagaimana kita memilih buku dan kedalaman ilmu yang akan kita kembangkan.

 

Q: Tipe buku bacaan seperti apa yang Bapak sukai?

A: Secara umum, semua buku bacaan saya sukai hingga saat ini, termasuk buku bacaan yang dikonsumsi oleh anak-anak kecil atau oleh anak-anak saya yang sekarang berada di bangku SMA. Masing-masing buku mempunyai tujuan yang berbeda-beda.Demikian juga kita,pasti tak ingin hanya membaca satu jenis buku saja. Namun, sebagai seorang profesional kita dituntut untuk selalu mengembangkan kemampuan yang kita kuasai.Buku-bukuyang saya sukai adalah bukumanajemen operasi, strategi operasi, manajemen jejaring bisnis,manajemen bisnis,dan teknologi. Saya koleksi baik berbentuk fisik (hardcopy) maupun berbentuk digital (e-books).

 

Q: Manfaat apa yang bapak rasakan dari membaca selama ini?

A: Manfaat utama adalah wawasan, ketrampilan, dan keahlian saya menjadi bertambah sehingga kompetensi dan kapabilitas saya membuat saya menjadi lebih profesional dan akhirnya mampu membantu sesama, menerangkan kepada mahasiswa secara lebih baik, memotivasi semua orang untuk bisa belajar menghasilkan karya nyata melalui pengalaman orang lain. Bangsa Indonesia harus dibangun dengan kerja pintar disamping kerja keras, yakni inovasi dan terobosan tidak hanya ditempuh melalui usaha trial-errorberbasis pengalaman pribadi atau instruksi atasan, melainkan juga berasal dari ide-ide dan pengalaman yang ditulis di dalam buku yang terbuka untuk dibaca oleh semua orang.

 

Q: Lalu, menurut Bapak, apakah minat baca yang tinggi dapat mendukung Surabaya sebagai kota literasi yang belakangan ini sedang digalakkan?

A: Benar sekali. Literasi membaca adalah langkah awal untuk menciptakan manusia yang berkualitas. Minat baca sebisa mungkin ditumbuhkan sejak dini.Indonesia atau Kota Surabaya harus mampu menghapuskan buta huruf melalui Pendidikan Dasar(SD). Pemerintah juga perlu mempermudah akses dan penggunaan perpustakaan.Selain gemar membaca, gerakan literasi juga bisa diimbangi dengan menulis. Saya memberikan apresiasi tinggi untuk para penerbit yang mempermudah prosedur dan administrasi penerimaan naskah.Contohnya seperti program"Kecil-kecil Punya Karya”. Secara personal saya mendukungpenulis yang menerbitkan tulisannya berbentuk digital dan gratis.Inilah hal-hal yang mendukung masyarakat untuk gemar membaca.

 

Q: Terakhir, adakah pesan dari Bapak untuk mereka yang (mungkin) masih belum terbentuk minat bacanya?

A: Pertama, jika ada buku yang berkualitas, segera share judul dan resumenya. Jika mungkin, berikan juga versi lengkapnya kalau free access. Kedua, jika ada sumber daya yang memadai, maka bantulah pertumbuhan dan perkembangan perpustakaan yang bisa diakses umum. Terakhir, jika ada kesempatan, adakanlah gerakan-gerakan sadar literasi dengan diskusi atau bedah buku. Dengan cara ini minat membaca akan terbentuk perlahan.(liv)