Indonesia memiliki banyak kota yang berwawasan wisata dan mendeklarasikan dirinya sebagai kota wisata. Sebut saja contohnya adalah Bali dan Jogja. Di sisi lain, Surabaya yang memiliki banyak potensi wisata masih belum mendeklarasikan dirinya sebagai kota wisata. Padahal Surabaya sudah mulai melakukan pembangunan menuju ke kota MICE (Meeting, Incentive, Coference, Exhibition) Membahas topik ini, Fitri Novika Widjaja, S.Si., M.MT., berbagi pendapat mengenai pariwisata di Surabaya.

Q : Potensi apa saja yang dimiliki Surabaya di bidang pariwisata?

A : Surabaya memiliki sangat banyak potensi di bidang pariwisata. Bahkan, karena sangat banyak potensi, akhirnya Surabaya malah tidak menonjol sebagai kota Pariwisata. Padahal potensi wisata di Surabaya lengkap sekali. Di Surabaya Utara, bisa ditonjolkan wisata budaya. Di daerah Utara ini ada Tugu Pahlawan, Gedung Grahadi, dan House of Sampoerna. Lalu di daerah Selatan adalah sebagai tempat wisata rekreasi, misalnya wisata belanja di DTC, taman-taman publik, dan kebun binatang. Selanjutnya beralih ke Surabaya Timur, di sini banyak potensi laut dan maritim seperti Jembatan Suramadu dan Mangrove. Sementara itu di wilayah Surabaya Barat, ada wisata lifestyle. Wilayah Barat memang di create sedemikian rupa agar terlihat seperti sebuah kota kecil di dalam Surabaya. Terakhir di Surabaya Tengah. Wilayah ini dikembangkan untuk menjadi wilayah kota MICE. Ada banyak hotel, mall, dan convention hall di daerah ini.

Q : Siapa saja yang berperan dalam mengembangkan pariwisata kota Surabaya?

A : Ada tiga yang punya peran. Pertama adalah pemerintah dalam hal ini adalah dinas pariwisata. Pemerintah harus punya master plan dan membuat infrastruktur yang baik. Selanjutnya adalah masyarakat. Butuh awareness dari masyarakat setempat untuk menyadari bahwa kotanya adalah kota wisata. Kesadaran ini akan membuat masyarakat berubah jadi masyarakat wisata. Masyarakat wisata sendiri ini memiliki ciri-ciri sangat ramah dan welcome dengan kehadiran turis. Dalam hal ini, masyarakat Surabaya masih belum menjadi masyarakat wisata. Masyarakat Surabaya masih memiliki budaya cuek.

Q : Bagaimana dengan pemegang peran terakhir?

A : Terakhir adalah pelaku bisnis di dunia pariwisata. Para pelaku bisnis ini sangat banyak dan beragam. Mulai dari pemilik hotel, pemilik restoran, biro perjalanan wisata, UKM yang membuat souvenir atau bahkan toko souvenir sendiri. Semua pelaku bisnis ini harus memiliki link yang kuat. Butuh asosiasi dan juga persatuan dari para pelaku bisnis pariwisata di Surabaya. Hal ini akan sangat membantu Surabaya menjadi kota wisata. Contohnya seperti di Bali. Di Bali biro perjalanan wisata sudah memiliki channel akan menggunakan transportasi yang mana dan dibawa ke toko souvenir yang mana. Dari toko souvenir akan direkomendasikan ke restaurant yang mana dan begitu seterusnya. Jadi mereka bahu membahu membantu satu sama lain. Link mereka sangat kuat dan solid.

Q : Apa saja yang harus dilakukan para “pemeran” ini dalam mengembangkan pariwisata?

A : Hal yang dilakukan oleh ketiga peran ini kita sebut sebagai pilar. Nah, pilar ini juga ada 3. Pilar yang pertama adalah menyesuaikan motif wisata dengan atraksi wisata. Contohnya, kalau turis yang datang ke Surabaya punya motif untuk berbelanja, maka atraksi yang harus diperbanyak adalah tempat-tempat untuk belanja. Yang kedua adalah menyesuaikan kebutuhan wisatawan dengan ketersediaan jasa wisata. Orang berwisata ada banyak kebutuhan, misal butuh makan, kamar mandi, tempat beristirahat yang nyaman, mobilitas ke tempat lain yang mudah. Apabila semua itu terpenuhi dengan mudah, maka wisatawan akan dengan mudah untuk berwisata. Pilar terakhir adalah pilar yang harus dibuat oleh pemerintah.

Q : Bisa tolong dijelaskan bagaimana peran pemerintah dalam pilar ketiga ini?

A : Berwisata adalah sebuah kegiatan transfer aktifitas. Wisatawan sangat banyak melakukan mobilisasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Karena itu butuh dibangun infrastruktur yang sangat bagus. Pemerintah juga kalau bisa mengalokasikan dana untuk pariwisata cukup besar. Apabila ketiga pilar ini sudah dibangun dengan kuat dan stabil, maka Surabaya dipastikan juga bisa menjadi kota wisata ataupun kota MICE.

Surabaya telah memiliki banyak potensi pariwisata. Potensi ini hanya perlu dikembangkan agar Surabaya bisa menjadi kota MICE. (tea)