Setelah hampir habis masa akreditasinya pada bulan September nanti, Fakultas Farmasi akhirnya melakukan re-akreditasi untuk meningkatkan kualitas fakultasnya. Namun kali ini, bukan BAN PT yang mengakreditasi fakultas tertua di Ubaya tersebut, melainkan LAM-PTKes. Apa itu LAM-PTKes? Mengapa Fakultas Farmasi beralih ke LAM-PTKes? Ingin mengetahui jawabannya ? Mari simak wawancara kami bersama Dekan Fakultas Farmasi, Dr.Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si., Apt. !

Q: Saya dengar Fakultas Farmasi Ubaya sedang mempersiapkan akreditasinya, apakah benar Bu ?

Iya benar, saat ini Fakultas Farmasi sedang menyiapkan re-akreditasi. Tetapi re-akreditasi kita kali ini berbeda dengan akreditasi fakultas-fakultas lain.

Q: Apa yang membuat akreditasi Fakultas Farmasi berbeda dengan Fakultas yang lain di Ubaya?

Kalau fakultas-fakultas lain diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), kali ini Fakultas Farmasi diakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes). Begitu juga dengan Fakultas Kedokteran nantinya juga akan diakreditasi oleh LAM-PTKes. Sebenarnya sudah sejak 2014 lalu Fakultas Farmasi diakreditasi oleh LAM-PTKes, namun saat itu juga masih bekerja sama dengan BAN PT.

Q: Apa itu LAM-PTKes ?

LAM-PTKes adalah lembaga akreditasi mandiri yang bukan milik pemerintah. Saat ini LAM-PTKes terdiri atas Organisasi Profesi dan Asosiasi Instritusi Pendidikan dari 7 bidang ilmu kesehatan, yaitu antara lain Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, dan Gizi.

Q: Apa momennya kok tiba-tiba dialihkan dari BAN PT ke LAM-PTKes?

Dasarnya adalah credibilitydan accountability, karena yang tahu outcomeadalah profesi. LAM-PTKes ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas PTKes yang semakin banyak dengan kualitas yang sangat bervariasi. Oleh karena itu kita juga menetapkan standar-standar. Setiap profesi kan memiliki standarnya masing-masing begitu profesi kesehatan khususnya apoteker juga punya standart, ini diperlukan karena nantinya profesi apoteker akan melayani di bidang kesehatan dan kesehatan masayrakat adalah hal yang paling essential.

Q: Lalu, apa yang membedakan LAM-PTKes dengan BAN PT, selain nama lembaganya ?

Berbeda dengan LAM-PTKes, BAN PT adalah lembaga yang dimiliki oleh Dikti, yang berarti lembaga milik pemerintah. Dalam proses akreditasinya pun berbeda antara kedua lembaga tersebut. Untuk BAN PT, kita ada bahan untuk dievaluasi kemudian dikirimkan ke BAN PT, lalu BAN PT menunjuk asesor, asesor melakukan desk evaluation, selanjutnya asesor akan melakukan kunjungan (visitasi). Hasil kunjungan dikirimkan ke BAN PT oleh asesor, kemudian oleh majelis BAN PT akan ditentukan nilai akreditasinya.

Sedangkan untuk LAM-PTKes, pertama-tama Perguruan Tinggi (PT) yang ingin melakukan akreditasi atau re-akreditasi harus menuliskan surat inisiasi ke LAM-PTKes. Setelah itu LAM-PTKes akan menunjuk fasilitator yang akan bekerja selama maksimum 3 bulan. Jika sudah selesai difasilitasi, ditunjuk asesor untuk asesmen kecukupan dan visitasi akreditasi, 2 orang untyuk program studi sarjana (PSS) atau atau 3 orang asesor untuk akreditasi Program Studi Profesi (PSP). Kemudian hasil dari asesor divalidasi oleh validator dan kemudian akan masuk ke majelis untuk menentukan hasil akreditasinya.

Q: Oh, jadi fasilitator ini juga statusnya profesi ya, Bu? Sama seperti BAN PT yang menunjuk asesor yang juga berstatus profesi.

Nah, fasilitator ini merupakan para asesor yang sudah berpengalaman. Selain itu, mereka juga harus pernah menjadi validator terlebih dahulu baru bisa menjadi fasilitator. Jadi, track record-nya cukup panjang. Adanya fasilitator ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas PT Kes se-Indonesia. Para fasilitator juga dapat memberikan masukan kepada PT, kira-kira sudah pantas atau belum untuk diakreditasi. Kemudian hasilnya akan di-submit via online, jadi tidak ada hard copysama sekali. Kemudian asesor akan melakukan assessmentkecukupan dalam kurun waktu maksimal 2 minggu, juga dilakukan secara online.

Q: Apa itu assessmentkecukupan ?

Assessmentkecukupan itu seperti desk evaluation. Jadi dari semua yang dikirim onlineitu diperiksa dan dievaluasi, diberi nilai lalu dicatat kira-kira mana yang butuh bukti. Nah, 2 minggu setelah asesmen kecukupan akan dilakukan visitasi. Sama seperti BAN PT, asesor yang melakukan visitasi juga memiliki kode etik, misalnya tidak boleh dibayarin hotel oleh pihak PT. Lalu, 1 minggu setelah visitasi nilainya harus masuk ke LAM-PTKes. Setelah nilai masuk, ditunjuk lagi 2 orang validator untuk memeriksa kesesuaian pernyataan dari asesor dengan nilai yang diberikan. Jadi validator berfungsi untuk memvalidasi hasil asesor dan memberikan masukan kepada majelis.

Q: Wah, prosesnya cukup panjang ya Bu?

Iya, prosesnya lebih panjang dan biayanya juga cukup besar. Kalau BAN PT kan gratis Jadi ketika membuat surat inisiasi ke LAM-PTKes, kita juga sekaligus menunjukkan bukti bayar. Jika sudah dibayar barulah segala rangkaian proses untuk akreditasi dapat dijalankan.

Q: Jadi, posisi sekarang ini pengajuan akreditasi untuk Fakultas Farmasi Ubaya sudah sampai di mana ?

Sudah sampai surat inisiasi dan sedang dalam proses menunggu instrument baru untuk proses fasilitasi. Instrumen baru ini adalah penggabungan Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker yang awalnya 7 standar menjadi 9 standar. Proses menunggu ini karena kami diminta menggunakan standar baru yang sekarang masih dalam proses uji coba untuk disahkan kemudian.

Q: Oke, pertanyaan terakhir nih Bu. Kapan targetnya rutinitas akreditasi ini selesai ?

Kami mengirim surat inisiasi bulan April kemarin. Targetnya sih Agustus sudah selesai ya. Kita tetap optimis dengan hasil akreditasi ini, karena semua yang telah diusahakan dan dikerjakan teman-teman karyawan dosen dan non dosen dari dulu hingga sekarang ini sudah luar biasa kemajuannya. Mudah-mudahan saja prosesnya tidak terlalu lama. Mohon doanya saja karena sebaik apapun yang kita usahakan, Allah juga yang menentukan.

Sudah tahu kan bagaimana proses akreditasinya? Ternyata cukup panjang dan cukup menghabiskan waktu juga. Terus semangat untuk Fakultas Farmasi, karena hasil tak akan pernah mengkhianati hasil. (frs)