Nama Drs. N. Purnomolastu, Ak., M.M.,mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga warga Politeknik Universitas Surabaya. Ketua Program Studi Perpajakan sekaligus juga pendirinya baru saja berhasil membawa program studi yang dipimpinnya mendapatkan akreditasi A. Lalu bagaimanakah tanggapan Drs. N. Purnomolastu, Ak., M.M. mengenai keberhasilannya ini?


 

Q: Saya dengar akreditasi Politeknik Program Studi Perpajakan baru saja mendapat akreditasi A. Bagaimana bapak mempersiapkansampai memperoleh akreditasi A itu?

Persiapan untuk akreditasi cukup menyita banyak waktu, lebih dari dua tahun saya menyiapkannya. Ya menjadi lama salah satunya adalah karena kurangnya dosen.Memang saya mengerjakannya dengan tim, namun karena materi borang banyak dan kompleks maka waktu yang diperlukan jadi lama. Tanggung jawab terbesar pun juga ada pada ketua program studi.Hal ini memakan waktu dua tahun lebihkarena dosen yang adamasih relatif barukeberadaannya sehingga pemahaman mengenai borang dan hal-hal yang berkaitan dengan akreditasimasih belum banyak.

 

Q: Berarti bapak itu single fighter?

Masalahnya bukan single maupun double, masalahnya sulit untuk mencari dosen perpajakan. Kalau sudah cocok tapi tidak berhasil lolos seleksi. Ampun. Hal demikian membuat sampai lupa kalau harus melanjutkan studi karena belum ada dosen penggantinya. Kalau hanya mementingkan diri sendiri maka sudah sejak dulu saya tinggalkan program studi iniuntuk bersekolah lanjut. Namun sekarang kayaknya sudah terlambat. Usia sudah melebihi 50 tahun jadi tidak berkesempatan mendapatkan beasiswa lagi. Itulah sebuah pengorbanan namun tidak sia sialah hasilnya.Ditambah lagi kursus pajak yang saya pegang semakin eksis hingga angkatan ke-62 ini.


 

Q: Selama proses tersebut apa ada persiapan yang paling banyak menyita waktu dalam mempersiapkannya?

Materi yang harus disiapkan banyak sedangkan yang mengerjakan sedikit, sehingga menyita waktu lama dalam pembuatannya. Untuk proses pengajuan sendiri hingga diterima tidaklah lama, misalnya diajukan pada Januari akhir terus divisitasi Mei akhir, dari Januari akhir hingga Mei akhir itu hanya sekitar empat bulan.


 

Q: Untuk visitasi sendiri apakah ada persiapan khusus dari Poltek?

Ada, tentunya melibatkan semuanya, seperti para pengguna lulusan, alumni, mahasiswa, tenagaadministrasi. Persiapan yang lebih penting adalah menyiapkan data dan bukti pendukung. Semua yang kita sajikan dalam laporan boangakreditasi harus berdasarkan fakta yang didukung data.


 

Q: Apa saja kiat-kiat bapak untuk mendapatkan akreditasi A?

Kiat-kiatnya mempersiapkan diri sesempurnamungkin, diantaranya meminta masukan dari rekan-rekan assessor sepereti :Drs.ec. Sujoko Efferin M.Com(Hons)., M.A., Ph.D., dan Dr. Putu Anom Mahadwartha S.E., M.M. sebagai pengajarS1 yang juga membimbing sayauntuk mempersiapkan diri apa yang harus dilakukan.


 

Q: Apakah ada perubahan yang ingin dibawa setelah mendapatkan akreditasi A ini?

Tentu saja ada, jadi harapannya semakin banyak dipercaya oleh calon mahasiswa, karena yang ditanyakan pertama kali oleh calon mahasiswa itu seringnya: “Akreditasinya apa?”. Lagipula, kalau akreditasinya A setelah mahasiswa lulusnantinya merekaakan bisamendapatkan sertifikasi. Disamping akreditasi A, harapannya jumlah mahasiswa yang meminati program studi ini semakin meningkat terus dari tahun ke tahun, meski sekarang sudah ada peningkatan.


 

Q: Bagaimana rencana kedepannya sebagai kaprodi perpajakan?

Untuk rencana kedepannya sudah disusun rencana strategis untuk prodi pajak, setelah akreditasi A kalau bisa mendirikan D4 dan bisa berkiprah dikancah nasional. Tidak hanya nilai saja yang diraih tetapi juga bukti nyatayaitu prestasi mahasiswa. Kalau kuantitas sudah diraih maka yangkita kejarselanjutnyaadalah segi kualitas, karena kalau kualitas saja yang dikejar bisa jadinanti peminatnya akan menurun. Karena itu setelah kuantitas terpenuhi lalu akan disusul dengan peningkatan kualitas. (lan)