Perubahan itu perlu untuk membuat sistem yang lebih baik. Dr. Wisnu Aryo Dewanto, S.H., LL.M., LL.M., menyadari dengan baik pentingnya membawa angin segar yang baru ke program Studi Magister Ilmu Hukum di Universitas Surabaya. Oleh karena itu, begitu terpilih menjadi Kepala Program Studi Magister Ilmu Hukum, beliau langsung menerapkan program-program yang disusun untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas program studi yang beliau kepalai.

Q: Menurut Bapak, bagaimana kualitas dan kuantitas dari Magister Ilmu Hukum di Ubaya ini?

Sebenarnya kualitas dari Magister Ilmu Hukum ini sudah sangat berkualitas. Bisa dilihat dari proses perkuliahan dan para lulusannya, namun jumlah peminatnya masih di bawah target yang saya inginkan. Karena itu saya membuat beberapa program untuk meningkatkan jumlah mahasiswa di Magister Ilmu Hukum.

Q: Mengapa jumlah peminat di Magister Ilmu Hukum ini tidak sebanyak di Kenotariatan?

Fakultas Hukum Ubaya ini sudah banyak dikenal dan dicintai oleh masyarakat, sayangnya sedikit yang melanjutkan ke Magister Ilmu Hukum. Hal ini dikarenakan para mahasiswa tentunya ingin mencoba sesuatu yang berbeda. Kalau di Kenotariatan, hanya ada 3 Universitas yang memiliki program Pasca Sarjana ini. Jadi, jumlah mahasiswa yang masuk lebih banyak. Akan tetapi kalau Magister Ilmu Hukum, banyak sekali universitas yang memilikinya. Jadi kita harus lebih menggalakkan program-program untuk menarik perhatian calon mahasiswa di Magister Ilmu Hukum.

Q: Program-Program apa saya yang akan Bapak lakukan untuk meningkatkan kuantitas mahasiswa di Magister Ilmu Hukum Ubaya?

Hal pertama yang saya lakukanuntuk meningkatkan kuantitas mahasiswa adalah dengan membuat sebuah keputusan bahwa semua sarjana yang bukan Sarjana Hukum bisa menjadi mahasiswa di Magister Ilmu Hukum asalkanmengikuti matrikulasi yang diadakan. Matrikulasi ini harus diikuti agar mahasiswa yang bersangkutan dapat mengetahui dasar-sadar hukum sebelum mengikuti perkuliahan formal. Pernyataan ini sudah dipost di akun Facebook resmi milik Magister Ilmu Hukum.

Cara lain yang bisadilakukan adalah dengan mengembangkan konsentrasi yang ada di Magister Ilmu Hukum. Sejauh ini, Magister Ilmu Hukum hanya memiliki satu konsentrasi saja, yaitu mengenai Hukum Bisnis. Karena itu, rencananya akan dibuat konsentrasi baru, yaitu di bidang Hukum Pemerintahan dan Hubungan Internasional.Penambahan konsentrasi ini butuh effortyang besar. Tapi, saya optimis Magister Ilmu Hukum dapat mengembangkan dua konsentrasi baru.

Q: Hal apa yang menurut bapak hanya bisa didapatkan di Magister Ilmu Hukum Ubaya ini?

Banyak sekali kegiatan learningbeyondtheclassroomyang dilakukan oleh para mahasiswa.Kita banyak melakukan kunjungan ke luar. Misalkan ke Dagadu di Jogjakarta. Kita juga mengadakan kuliah tamu yang mendatangkan pembicara nasional maupun internasional. Untuk melakukannya kita banyak melakukan bottomup. Para mahasiswa bisa memilih sendiri mau mendatangkan siapa untuk kuliah tamu. Kalau kontennya cocok, maka kita datangkan pembicara yang bersangkutan. Dengan begini, mahasiswa akan nyaman berkuliah di Magister Ilmu Hukum. Mereka turut menyumbang ide untuk perkuliahan mereka.

Q: Hambatan apa saja yang mungkin akan dihadapi ke depannya?

Hambatan yang ada tidak besar. Yang paling terlihat hanyalah bagaimana antara mahasiswa dan dosen menyamakan waktu untuk kuliah. Namun hal ini masih bisa diatasi dengan komunikasi yang baik.Selain itu, para mahasiswa di S2 tentunya berbeda dengan S1. Mereka sudah bekerja, sudah berkeluarga, dan prioritasnya pun sudah bergeser ke hal lain. Begitu pula dengan dosennya. Kita banyak mendatangkan dosen dari luar Ubaya. Biasanya ada sedikit kesulitan untuk menyesuaikan waktu. Tapi ini bukan masalah besar.

Q: Menurut Bapak, bagaimana dengan kondisi perkuliahan di Magister Ilmu Hukum setelah Bapak menjadi Kaprodi Magister Ilmu Hukum?

Dari dulu pun Magister Ilmu Hukum sudah sangat baik. Saya hanya melanjutkan dan mengembangkan program studi ini agar semakin maju dan dikenal masyarakat. Tapi, saya sangat ingi mengapresiasi para mahasiswa. Di Ubaya, kuliah Magister Ilmu Hukum ini berbeda dengan di Universitas lain. Kita tidak menyediakan kuliah weekend, kita kuliah seperti kuliah biasa. Jadi mahasiswa harus datang ke kelas dari Senin sampai Jumat. Ini tentu tidak mudah untuk mereka yang bekerja.

Q: Terakhir, apakah ada pesan-pesan untuk calon mahasiswa Magister Ilmu Hukum?

Sebenarnya model kuliah weekdaysinilah yang menjadi cita rasa dari Ubaya. Inilah rasa yang membedakan Magister Ilmu Hukum di Ubaya dengan di Universitas lain. Dengan kuliah setiap hari ini, mahasiswa punya orientasi ke ilmu dan bukan gelar. Karena itu, untuk membalas keinginan para mahasiswa Magister Ilmu Hukum yang haus ilmu, perbaikan-perbaikan yang baru akan terus dilakukan.

Kami dari Magister Ilmu Hukum Ubaya sangat terbuka untuk menerima semua mahasiswa menjadi bagian dari kami. Karena itu kami harap, para mahasiswa yang ingin mengambil Magister Ilmu Hukum, baik yang berasal dari Fakultas Hukum maupun non hukum, tertarik untuk mencicipi cita rasa yang kami berikan. (tea)