Surabaya- Usai penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) untuk ujian siswa jenjang SMA/MA 16-19 April 2012 serta ujian susulan SMA/MA pada 23-26 April 2012 lalu. Persaingan antar perguruan tinggi, khususnya swasta untuk menggaet mahasiswa baru pun sudah mulai terlihat. Saat ini, masing-masing perguruan tinggi swasta (PTS) saling 'unjuk gigi’. Mereka tampil dengan suguhan dan keunggulan masing-masing untuk menjaring minat calon mahasiswa baru mengais pendidikan di tingkat lanjutan yang lebih tinggi. Mulai dari besaran uang sumbangan pendidikan (USP) yang besar hingga nol rupiah.  

Seperti di Universitas Surabaya (Ubaya), mereka mematok nominal dengan besaran yang berbeda untuk masing-masing penjurusan di satu fakultas. Ada juga yang nol biaya, asal sang calon mahasiswa memiliki prestasi akademik dengan nilai 85, nilai rapor dan juga prestasi olimpiade.  

Koordinator Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2012 Ubaya, Jimmy saat dikonfirmasi, Sabtu (12/05) mengatakan. Ketentuan ini menjadi sebuah kemutlakan bagi calon mahasiswa untuk dinyatakan resmi sebagai calon mahasiswa Ubaya.

“USP yang berbeda besaran itu, bisa dibayarkan dengan cara tunai atau diangsur sesuai dengan nilai angsuran. Tapi di Ubaya hanya menerapkan biaya pendidikan dua jenis saja,” ujarnya.

Menurut Jimmy, ketentuan besaran USP itu jadi kemutlakan yang hanya dibayar sekali saja saat mendaftar kuliah di Ubaya. Besarannya juga ditentukan dengan nilai rapor untuk peserta jalur tanpa tes alias Jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (JPMK), selain nilai tes potensi akademik (TPA) untuk peserta di jalur tes.

“Itupun dilihat dari kriteria dengan 3 kategori. Yang pertama USP-nya Rp 9,5 juta, kedua Rp 10,5 juta dan yang ketiga USP-nya Rp 11,5 juta,” tutur Jimmy.

Sebagai informasi Ubaya memiliki 6 fakultas dengan 33 jurusan. Dimana masing-masing fakultas memiliki nominal berbeda untuk UPP. Misalnya, seorang calon mahasiswa di Ubaya mengaku biaya di fakultas Hukum per semester mencapai Rp 7 juta. Namun bila Bisnis dan Ekonomika, Fakultas Psikologi, Fakultas Tehnik, Fakultas Ekonomi, Fakulas Teknik dan Fakultas Framasi ada dikisaran Rp 8 juta.

“Yang mahal itu Teknobiologi, sebab butuh banyak peralatan laboratorium. Itu bisa Rp 9,3 juta mas,” kata seorang calon mahasiswa saat ditemui.

Kendati demikian, dengan kebutuhan quota mahasiswa berkisar antara 2.300-2.500 calon untuk PMB tahun ini, Jimmy mengaku, Ubaya tidak pernah menaikkan SPP atau uang penyelenggaraan pendidikan (UPP). Menurutnya, UPP di Ubaya untuk mahasiswa baru tahun ini tidak lebih antara Rp 6–Rp 8 juta.

“Dengan catatan, kondisi normal dan tidak ada perubahan kebijakan moneter dari pemerintah,” tutur Jimmy.

Ia juga menuturkan, selain Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Teknik (FT), calon mahasiswa yang mendaftar banyak mendominasi 3 besar fakultas selain FE dan FT. Ketiga fakultas yang diminati calon mahasiswa adalah Fakultas Hukum (FH), Fakultas Farmasi dan Psikologi.

“Tiga itu menjadi tren saat ini. Kami juga membuka satu fakultas lagi, Fakultas Industri Kreatif (FIK),” pungkasnya.

Oleh: Rakhman Khariry - EDitor: Vivi Irmawati

Sumber: http://www.centroone.com