Memperkenalkan energi ramah lingkungan kepada anak sejak usia dini merupakan salah satu cara untuk membekali mereka agar berpartisipasi mengurangi laju emisi karbon di masa depan. Selain itu kebiasaan ramah lingkungan memang harus diterapkan sedini mungkin. Mematikan lampu bila tak terpakai atau membuang sampah pada tempatnya adalah kebiasaan-kebiasaan yang seyogianya ditanamkan oleh orangtua sedini mungkin. Namun, seiring bertambah usia, tugas membiasakan kebiasaan ‘ramah lingkungan’ pada sang anak tak lagi jadi beban orangtua semata. Institusi pendidikan beserta pemerintah ada baiknya mau ikut campur dalam membiasakan kebiasaan baik ini.

Berpijak pada pandangan tersebut pada hari Senin pagi tanggal 14 Mei 2012 sekitar pukul 08.30 WIB suasana di Kampus Tenggilis Ubaya terlihat berbeda dari biasanya, 54 orang siswa-siswi dari SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya beserta 8 orang guru pendamping berbondong-bondong menuju Perpustakaan Lantai 5 Ubaya untuk belajar mengenai “Global Warming dan Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan” yang digagas oleh Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan (PSET) Ubaya, Bapak Elieser Tarigan, Ph.D dibantu oleh dua orang dosen anggota PSET, Ibu Joice dan Ibu Idfi dimana ketiganya adalah dosen Departemen MIPA Ubaya.

Para siswa beserta guru terlihat sangat antusias mengikuti serangkaian acara yang dibawakan. Acara dimulai dengan pembukaan, lalu dilanjutkan ke acara pengenalan tentang energi terbarukan yang dikemas secara menarik melalui berbagai animasi, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film tentang “Bahaya dan Penanggulangan Global Warming”. Untuk lebih mengenalkan kepada para siswa mengenai energi terbarukan, ditampilkan demonstrasi langsung melalui Modul Pembelajaran mengenai Energi Matahari, Energi Angin dan Energi Air. Para siswa pun terlihat enjoy dan bersemangat untuk mempelajarinya bahkan para siswa dapat bertanya langsung jika ada sesuatu yang kurang dimengerti.

Pukul 10.30 para siswa beristirahat sejenak sambil menikmati snack. Sembari itu, ada kuis berhadiah tentang apa yang mereka pelajari selama acara berlangsung. Tidak lupa ada kata-kata penutupan dari salah seorang Bapak Guru dan acara pun ditutup dengan pertukaran souvenir dari kedua belah pihak.

Semoga dengan timbulnya rasa tertarik dan minat yang begitu luar biasa dari siswa-siswi SD Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya ini, energi terbarukan bisa benar-benar dikembangkan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga negara-negara di dunia khususnya Indonesia tidak mengalami krisis energi dan efek rumah kaca pun bisa dikurangi demi bumi yang lebih hijau dan asri. Terus berjuang dan tetap semangat !!!
(Idfi)