Surabaya - Universitas Surabaya (Ubaya) kini memiliki pusat kerja sama (kolaborasi) antara universitas dengan industri tingkat Asia yang bekerja sama dengan Grup "Tan Chong" yang berbasis di Malaysia.

"Untuk mewujudkan kolaborasi universitas-industri itu, kami mendirikan pusat kolaborasi di empat negara yakni Malaysia, Indonesia, China, dan Taiwan," kata 'General Manager' 'Tan Chong Education Group' (TCEdu) Dr Paul Leow di Surabaya, Rabu.

Ia mengemukakan hal itu di sela-sela peluncuran pusat kolaborasi universitas-industri yang disebut dengan "Ubaya Tan Chong Centre of Asian Management Studies" (TCCAMS) di International Village, Universitas Surabaya (Ubaya).

"Pusat kolaborasi di empat negara itu akan memungkinkan mahasiswa dan masyarakat umum di negara itu melakukan studi, riset, magang kerja, kemitraan bisnis, dan bentuk kerja sama lainnya di seluruh kawasan Asia yang ada industri milik Grup Tan Chong," katanya.

Dalam peluncuran pusat kolaborasi universitas-industri di Ubaya yang dihadiri Rektor Universitas Utara Malaysia (UUM) Prof Dr Abdul Razaq Saleh, Kepala Divisi Akademik TCEdu Shahrina Othman, Rektor Ubaya Prof Joniarto Parung PhD, dan koordinator TCCAMS Gunawan PhD, ia menjelaskan TCCAMS bukan hanya untuk mahasiswa dan masyarakat Surabaya.

"TCCAMS akan menjadi 'jembatan' bagi mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk melakukan studi, riset, dan bisnis di kawasan Asia. Kalau kami memilih Ubaya menjadi pusat kolaborasi universitas-industri di Indonesia, karena kami menilai Surabaya merupakan kota kedua di Indonesia yang berkembang dan tumbuh pesat," katanya.

Tentang cara mahasiswa atau masyarakat Indonesia untuk studi, riset, dan bisnis di jaringan Grup Tan Chong di seluruh Asia, ia mengatakan peminat cukup melaporkan ke pusat kolaborasi di Ubaya (TCCAMS), lalu permohonan akan dipelajari dan dihubungkan dengan jaringan Grup Tan Chong yang tepat.

"Sejak Grup Tan Chong berdiri pada 59 tahun lalu, kami hingga kini masih mempunyai empat pusat kolaborasi universitas-industri yakni Tsing Hua University di China; Universitas Surabaya di Indonesia; National Cheng Kung di Taiwan; dan Universitas Utara Malaysia (UUM)," katanya.

Ditanya manfaat pusat kolaborasi universitas-industri bagi Grup Tan Chong, ia mengatakan pihaknya akan dapat menularkan dua pengalaman penting di kawasan Asia yakni kewirausahaan dan kepemimpinan dalam industri. "Kalau pun ada tertarik bekerja di Grup Tan Chong, maka kami akan mendapat sumber daya manusia yang terpilih," katanya.

Menanggapi peluncuran pusat kolaborasi universitas-industri di Ubaya itu, Rektor Ubaya Prof Joniarto Parung PhD menilai pusat kolaborasi universitas-industri yang memiliki jaringan di kawasan Asia itu akan meningkatkan jaringan mahasiswa dan dosen Ubaya.

"Mereka juga memiliki CSR, karena itu kami akan menjajaki kerja sama pengiriman lima dosen dengan CSR mereka untuk tahap pertama. Kelima dosen itu akan melakukan studi, riset, dan sekaligus magang pada perusahaan Grup Tan Chong, sehingga mereka akan memiliki pengalaman lengkap untuk diabdikan di Ubaya," katanya. (*)

Dikutip dari: http://www.antarajatim.com