Menindaklanjuti kegiatan Orientasi Kelembagaan bagi dosen dan para peneliti awal karir Ubaya, 11-13 Januari 2011 lalu Ubaya menggelar Lokakarya Pembelajaran bertempat di kampus III Ubaya (UTC), Trawas. Diikuti oleh 16 dosen dan peneliti muda, kegiatan ini dibuka langsung oleh Prof Ir Lieke Riadi PhD, WR I di International Village.

Dalam sambutannya, Lieke mengingatkan agar sebelum mengajar para dosen harus mempersiapkan apa yang hendak diajarkan dengan baik. Mulai dari silabus, apa yang akan disampaikan, manajemen kelas, hingga evaluasi pada akhirnya. Ia juga menjelaskan bahwa Quality Assurance (QA) adalah satu-satunya cara memantau feedback mahasiswa dalam pembelajaran. Nilai penting dalam evaluasi pembelajaran itu sendiri adalah dimulai dari pemimpin, teman sejawat, dan mahasiswa sendiri. ”Jika semua itu berjalan dengan baik, indeks pembelajaran dosen akan sempurna,” tutur Lieke.

Memang, kegiatan yang sudah dilakukan sejak 2004 ini bertujuan untuk membekali pesertanya dalam mempersiapkan mata kuliah yang akan diajarkan pada mahasiswa. ”Hasilnya jelas, peserta harus memahami lima perangkat kurikulum berstandar Ubaya sesuai dengan pedoman audit SK Rektor no 183 tahun 2009. dan pedoman audit tahun 2010,” terang Drs T. Soemarman Ms Ed, selaku ketua pelaksanaan kegiatan ini.

Selama tiga hari peserta akan memperoleh materi yang terbagi dalam delapan sesi yang akan dibawakan oleh fasilitator. Materi yang disajikan tak jauh dari pendalaman akan lima perangkat kurikulum tersebut yaitu pengembangan kurikulum dan pengorganisasian materi, pemilihan dan penetapan metose penyampaian, pengelolaan kelas, evaluasi, dan pemilihan sarana-prasarana dalam pembelajaran.

Di akhir materi, peserta harus membuat desain pembelajaran dari sebuah mata kuliah terkait metode penyampaian, cara penilaian, hingga pengevaluasian untuk dipresentasikan. Kemasan yang berbeda hadir dengan adanya situs e-learning sharing forum online dosen Ubaya dalam lokakarya ini. Adanya situs ini mempermudah peserta berbagi dan saling memberi masukan dalam kegiatan presentasi tersebut.

Hasil presentasi tersebut diharapkan nantinya dapat dipraktikkan dan dilanjutkan dalam pembelajaran mata kuliah tersebut. Hebatnya, di akhir semester akan diadakan lomba desain pembelajaran bagi para dosen. Pemenangnya ditentukan berdasarkan kecocokan metode pembelajaran dengan lima perangkat kurikulum yang ada. ”Selain berhak mendapat hadiah, hasilnya akan dijadikan pertimbangan Ubaya untuk mengangkat dosen tersebut atau masih meninjau lagi,” lanjut Soemarman.

Ubaya juga menunjukkan perhatian pada pentingnya memilih desain pembelajaran yang tepat dengan mengadakan lomba Program Pengembangan Kinerja Pembelajaran (PPKP) bagi dosen tetap. ”Ini bukti kalau Ubaya berani mengeluarkan dana untuk sesuatu yang bermutu dan bermanfaat,” ungkapnya lagi.

Acara pun ditutup dengan pemberian kesan mengenai lokakarya ini. Para fasilitator yang ada menyampaikan pujian pada peserta yang bersifat kritis dan bisa menangkap materi dengan baik sejak awal. Peserta pun sebaliknya memberi pujian pada fasilitator yang tak ragu berbaur dengan peserta yang jauh lebih muda. ”Peserta kali ini sangat luar biasa, meski baru tetapi bisa mulai menyentuh maksud pelatihan ini. Semoga semangat dan kekompakan seperti saat ini bisa terus dibawa saat mengajar nantinya,” tutup Soemarman bangga. (mei,puz)