Wakil Rektor II Ubaya, Drs. Antonius Adji Prajitno, Apt., M.S.,  mengharapkan  peserta audit internal Ubaya untuk lebih progresif dan lebih siap melakukan audit terhadap berbagai  unit kerja di Ubaya.

Himbauan ini disampaikan ketika memberikan bekal wawasan dan pengetahuan soal materi audit internal kepada 35 peserta audit pada Selasa 16 November kemarin di Auditorium Fakultas Psikologi Ubaya.

Auditor harus lebih siap dan progresif, jelas Antonius, bukan untuk kepentingan audit internal Ubaya, tetapi manfaatnya bisa lebih luas. “Satu waktu pihak luar membutuhkan tenaga audit untuk audit eksternal di luar, tidak perlu kita cari-cari tenaga yang berkompeten tetapi kita tinggal pilih tenaga yang kita sudah siapkan di Ubaya. Karena bukan tidak mungkin pihak perusahaan atau masyarakat membutuhkan tenaga audit dari Ubaya”, jelasnya.

Selain itu, dalam bidang pembelajaran di Ubaya beberapa program study di Ubaya akan diberikan bekal materi pelatihan lead audit internal. Bisa saja menjadi program wajib supaya memiliki sertifikat ISO. Sebagai contoh, pada program Apoteker Ubaya, sebelum lulus mereka diberikan pelatihan untuk mendapatkan sertifikat ISO. “Kita berharap Apoteker baru dari Ubaya mempunyai sertifikat ISO supaya bisa berkompetesi dengan Apoteker dari perguruan tinggi yang lainnya”, harapnya dengan gaya khasnya yang ramah dan sopan.

Peluang yang lebih besar,  paparnya, kita coba mendirikan lembaga sertifikasi. Dan yang menjadi trainer adalah tenaga-tenaga lead auditor yang sudah disiapkan Ubaya. Hal ini juga terkait dengan persoalan standarisasi nasional yang diprogramkan pemerintah bisa kita kembangkan juga di Ubaya. Dalam proses bisnis pun sudah menjadi acuan dalam hal berkompetisi soal perang standarisasi di Indonesia. Termasuk untuk standar proses pembelajaran.  Misalnya juga, di Fakultas Psokologi ada tes-tes yang perlu diberikan standarisasi. Karena itu, mari kita sama-sama kembangkan.

Terkait dengan audit internal di Ubaya, ia mengharapkan supaya kita memberikan dorongan dan semangat kepada teman-teman di Ubaya untuk membuat prosedur kerja bagi yang belum diprosedurkan. Juga membenahi berbagai prosedur yang sudah dijalankan. Aktivitas-aktivitas yang belum diprosedurkan segera dibuatkan prosedur supaya ada perbaikan sistem manajemen mutu.

Menindak lanjuti pendapat Pak Anton ini, kemudian ditegaskan lagi dari Dra Audi Ratnasari MM, kepala Biro Adpesdam Ubaya. Audi mengatakan, sebaiknya program kerja dalam SPP dipadukan dengan ISO. Tujuannya, supaya kinerja kerja individu dengan organisasi berjalan bersama. Juga bisa melihat dan mengukur hasil Performance Appraisal (Penilaian Kinerja Kerja) Individu dengan organisasi yang bisa berjalan secara bersamaan.

Hal lain diingatkan Audi, supaya saling melakukan rechek atas prosedur kerja ketika melakukan audit. Jangan sampai mengulangi lagi apa yang sudah dibuat oleh audit sebelumnya.

Hal-hal teknis yang lainnya akan kita bicarakan pada pertemuan berikutnya. Dan rencana pelaksanaan audit internal ini akan berlangsung pada bulan Desember 2010. Pada prinsipnya sebelum ada audit eksternal kita melakukan audit internal supaya selalu meninjau sistem manajemen mutu yang kita sudah jalankan selama ini. Apakah pekerjaan kita sudah sesuai dengan prosedur mutu yang sudah ditetapkan, sebaiknya setiap hari kita selalu memonitoring. (WU)