suarasurabaya.net| Integrated Outdoor Campus (IOC) Universitas Surabaya (Ubaya) di Trawas Mojokerto akan diresmikan SOEKARWO Gubernur Jawa Timur, Sabtu (12/06) lusa, sebagai Kampus III Ubaya.
 

Kampus tersebut terletak di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (10/06), usai meresmikan Kampus III Ubaya, Gubernur beserta rombongan bersama dengan Ketua Yayasan, Rektor Ubaya melakukan peninjauan lokasi.

Pada malam harinya mulai pukul 20.00 akan digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Kawah Candradimuka” oleh Ki Dalang SUN GONDRONG dari Tulungagung didampingi ki SUDARKO PRAWIROYUDO Ketua Pepadi.

Dengan kepemilikan sarana dan prasarana fisik yang perolehannya mulai dirintis melalui perolehan tanah pada pertengahan dekade 1980-an, hingga sekarang, Ubaya telah memiliki tanah dengan luas total hampir 40 ha. Di bawah bimbingan pengembangan Yayasan Universitas Surabaya IOC digagas menjelang tahun 2000 sebagai Kampus III melengkapi Kampus I yang berada di Jalan Ngagel Jaya Selatan dan Kampus II yang berada di Jln. Raya Kalirungkut Surabaya.

Sedikit berbeda dengan kedua kampus tersebut, Kampus III ini digagas berkarakter outdoor yang dinamai ”Kampus Lingkungan Terpadu” (Integrated Outdoor Campus). Karakter outdoor tersebut dimaksudkan sebagai alternatif dari kampus konvensional yang biasanya bersifat indoor.
 

IOC dirancang dengan memadukan dua kegiatan utama yakni kegiatan pendidikan tinggi (tridharma perguruan tinggi) yang dilaksanakan universitas dipadukan dengan kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh yayasan.

Hasil pemaduan kedua kegiatan utama tersebut merupakan integrasi sinergis yang pada akhirnya dimaksudkan guna mendukung kegiatan dan pengembangan layanan pendidikan tinggi Ubaya secara keseluruhan kepada masyarakat atau yang sering kita namai stakeholders.

Selama sekitar 2 tahun terakhir ini, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari IOC, secara khusus telah dibangun Ubaya Training Centre (UTC). UTC dibangun di atas tanah sekitar 1,5 ha. UTC sebuah kompleks hunian guna memfasilitasi berlangsungnya berbagai pelatihan berupa barak dan cottage, ruang diskusi, camping ground, multi-function hall, canteen, amphitheatre, sarana outward bond, kebun tanaman Toga, rumah komposting dan peternakan domba.

Di IOC terdapat kebun salak seluas sekitar 6 ha., durian, pepaya, pisang, kopi, dan juga ditanam sengon. Selain composting, konsep pembangunan fisik UTC berlandaskan ramah lingkungan yang dibuktikan dengan pemasangan instalasi sanitasi yang ecological, percontohan pemanfaatan energi matahari (solar cell) dan konservasi air. Untuk outward bound training di sana telah juga disediakan camping ground dan peralatan flying fox dan high rope.

Sedangkan untuk kegiatan pelatihan dan gathering tersedia sarana dan penginapan yang bisa menampung hingga 270 orang. Sejak sekitar tahun 2000, melalui unit kerja LPPM, UBAYA telah melakukan pendampingan kepada warga sekitar Kampus III menjadi petani salak bersamaan dengan budidaya perkebunan salak.

Dengan berkebun salak, para petani secara riil meningkat kesejahteraannya. Kebun di dalam kampus berkembang menjadi seluas 6 ha dan kebun yang dikelola petani di sekitar kampus telah berkembang menjadi seluas sekitar 60 ha.(tin)
 


 

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/531/Kampus-III-Ubaya-Siap-Diresmikan.html