SURABAYA--Siswa SMAN 17 Surabaya, Candra Adi, menjadi juara Lomba Penulisan Opini bertajuk "716 Tahun Kota Surabaya - Melangkah Menuju Cyber City" yang digelar Program (S1) Sistem Informasi Universitas Surabaya (Ubaya) pada 17 Mei lalu.

"Candra Adi menjadi juara lomba yang digelar Ubaya bersama `BG Junction Mall` itu setelah menyisihkan peserta lain dari beberapa sekolah di Surabaya dan Sidoarjo," kata anggota dewan juri lomba, Bambang Prijambodo, saat mengumumkan hasil lomba itu di Surabaya, Selasa.

Dalam opininya yang berjudul "Surabaya Wishes For Future", Candra menyatakan kredibilitas Kota Surabaya tidak perlu diragukan lagi, karena pemerintah kota dan masyarakat Surabaya sudah memanfaatkan teknologi sebagai sarana komunikasi dalam perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, sosial, dan politik.

"Akses wifi kini sedang tren di Surabaya, seperti akses wifi di sekolah-sekolah yang dapat mempermudah siswa untuk browsing tugas yang diberikan guru tanpa harus ke warnet, karena itu saya yakin Surabaya akan menjadi trendseter `cyber City` di Indonesia," tulis Candra dalam opininya.

Oleh karena itu, kata Bambang Prijambodo, dewan juri yang terdiri atas dirinya, Susana Limanto, dan Dhiani Tisna Absari yang sama-sama dosen Program (S1) Sistem informasi Ubaya pun memberikan nilai kepada Candra sebesar 242,77.

Untuk juara kedua adalah Darwin Febrianto dari SMA Petra 4 Surabaya dengan opini berjudul "716 Tahun Surabaya - Melangkah Menuju Cyber City" dengan nilai 239,8.

Sementara itu, juara ketiga ditempati Evi Yemima dari SMAK Santo Yusup Surabaya dengan opini berjudul "Surabaya Melangkah Maju" dengan total nilai 212,3.

"Kami juga memperkenalkan program (S1) Sistem Informasi sebagai program baru di Ubaya yang banyak terkait dengan penggunaan internet," katanya.

Acara lomba diakhiri dengan talk show tentang "716 Tahun Kota Surabaya ? Melangkah Menuju Cyber City" dengan narasumber Agus Imam Sonhaji, ST, M.MT (Kepala Bagian Bina program Pemkot Surabaya) dan Anton Muljono, Dipl. Phys. (dosen Sistem Informasi Ubaya dan pakar IT).

"Indonesia sebagai salah satu negara dengan tarif akses internet murah mempunyai peluang besar untuk menjadi pelopor IT di masa mendatang, namun hal itu perlu kesiapan pemerintah dan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa untuk berpacu dengan perubahan itu," kata Anton Muljono, pembicara yang juga penulis beberapa buku best seller itu. ant/pur

dikutip dari Republika 19 Mei 2009