Kualitas Ubaya tak hanya memikat calon mahasiswa, tetapi juga Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Alhasil, setahun lalu Ubaya berhasil mengantongi Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI). Sejak mendapatkan hibah, Ubaya bergerak cepat mengembangkan berbagai aspek. Antara lain, Sistem Informasi Manajemen (SIM), Quality Assurance (QA), dan Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK). Ketiganya tergolong tema A. Selain itu ada tema B, yaitu Teknik Elektro, Teknik Informatika, dan Fakultas Teknobiologi.

Aspek-aspek tersebut perlu pembenahan agar Ubaya menjadi perguruan tinggi unggulan. Melirik keberhasilan Ubaya, maka Institut Teknologi Telkom (ITT) Bandung hendak sharing pengalaman. Berangkat jauh-jauh dari Kota Kembang, Imam Haryono selaku ketua Pelaksana Hibah PHKI ITT bersama ketiga rekannya tiba 9 Februari 2009 di Ubaya.

Kunjungan mereka disambut hangat oleh Prof Lieke Riadi, perwakilan tim PHKI Ubaya sekaligus wakil rektor bidang kemahasiswaan dan akademik. Mengambil setting di ruang rapat Internasional Village yang terletak di lt 2, mereka pun mulai berdiskusi dan bertukar ilmu.  
Secara terbuka, Imam Haryono mengungkapkan bahwa Ubaya termasuk perguruan tinggi terbaik di Jawa Timur dan di Indonesia pada umumnya. Maka, tak heran jika ITT memilih Ubaya untuk studi banding. “Ubaya adalah kampus dengan sistem administrasi, akademik dan pengelolaan yang tertata bagus. Saya dan rekan-rekan kagum atas perkembangannya,” tambah Imam. Pengalaman dan informasi dari Ubaya sebagai sesama penerima hibah memberi angin segar guna pengembangan ITT. (cuy/wu)