Inovasi pengajaran terus diberlakukan oleh setiap universitas. Tak terkecuali, Ubaya. Demi pencapaian hasil maksimal, kurikulum program studi difungsikan sebagai suatu kesatuan dalam proses pembentukan kompetensi yang utuh.

Mewujudkan hal tersebut, tim Quality Assurance (QA) mengadakan seminar bagi para dosen Ubaya bertema “Mengembangkan Proses Pembelajaran yang Menarik dan Menggembirakan”. Pada 28 Januari 2009, Eksistensi Ubaya kembali dibuktikan melalui adanya pembekalan bagi seluruh dosen.

Acara yang bertempat di ruang Serbaguna Fakultas Ekonomi (SGFE) Ubaya ini menghadirkan salah satu perwakilan Dikti, Ir Yohanes Endrotomo Ars. Menurutnya, kali ini perlu pembenahan kurikulum dari setiap universitas. “Pemberlakuan Ujian Akhir Semester (UAS)  tidak begitu penting,”  tuturnya. Sebagai ganti, mahasiswa diberikan tugas berbentuk analisis dari setiap mata kuliah yang di tempuh. Akan tetapi, untuk menghindari kecurangan pihak universitas dituntut lebih disiplin dalam hal ini.

Seminar yang rutin diadakan QA tiap semester tersebut didasari oleh evaluasi pembelajaran melalui kuisioner. “Mereka mengganggap cara dosen mengajar tak lagi menarik. Jadi perlu di-refresh lagi cara pembelajaran yang menarik itu bagaimana. Hal ini agar ada bahan perbaikan cara pengajaran ke depannya,” ujar Andhy Setyawan, koordinator seminar QA ini.(art/wu)
Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/256/Seminar-QA-Merefresh-Pembelajaran.html