Segerombol orang berkaos hijau terang terlihat mondar-mandir di perpus lt. V dan galeri savana FP. Usut punya usut, mereka tengah menyiapkan acara akbar di awal tahun 2009. Dalam rangka ulang tahun ke-2 Kompas MuDA, rangkaian acara workshop dan lomba diadakan di 5 kota (Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang dan Surabaya). Kali ini Ubaya melalui Gerbang (suplemen tabloid Warta Ubaya untuk anak SMA, -red) berkesempatan melakukan kolaborasi.

Pada 10 Januari 2009, acara tersebut dibuka langsung secara bersamaan oleh Prof Wibisono Hardjopranoto (Rektor Ubaya) dan Subhan (Kepala Biro Kompas Jatim). Dua workshop bergengsi yakni bisnis musik serta fotografi dan web mampu menarik minat 300 peserta lebih dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Bahkan di antara mereka ada yang dari Malang, Sidoarjo dan Jombang.

Workshop foto disuguhkan oleh Arbain Rambey, seorang pewarta foto senior dari Kompas. Para peserta diajak mengenal dari A sampai Z tentang fotografi untuk citizen journalism. ”Foto bagus bisa dihasilkan dari kamera digital di pasaran dan semua orang bisa melakukannya. Bahkan dengan ponsel pun bisa,” ucap bang Arbain. Koleksi foto pun ditampilkannya untuk membuktikan.

”Pastikan kebenaran objek foto sebelum mempublikasikan,” tutur Arbain mengingatkan prinsip dan konsekuensi publik foto. Kekaguman tersebut tampak ketika Debi salah satu peserta menyatakan bahwa foto bagus biasanya tercipta jika kameranya mahal plus fotografer yang profesional. Akan tetapi, workshop ini membuktikan bahwa semua orang pasti bisa.

Selain itu, peserta diberikan pengenalan situs oleh Amir Sodikin dari Kompas pula. Perangkat lunak gratis serta tips membuat situs coba dikupas Amir kala itu. ”Melalui website apapun menjadi mudah. Jadi, kalau sudah punya foto masukin aja langsung di website,” ungkapnya.

Di tempat lain yakni galeri savana psikologi, workshop tentang industri musik digelar. Adalah Aghi Narottama dari Nu Buzz yang menjadi pembicara. Aneka tips diberikan untuk memasuki industri musik dan meraih sukses. Aghi memaparkan bahwa sebuah band harus memiliki networking yang luas. Hal ini agar pemasarannya juga semakin luas. ”Band juga harus punya manajer yang memiliki jaringan luas,” terangnya.
 
Tak hanya mengikuti workshop, beberapa peserta berkesempatan unjuk gigi menampilkan lagu dengan iringan musik akustik. Selanjutnya, coaching clinic langsung diberikan oleh pembicara. Vox Band yang kebetulan hadir pun langsung diundang oleh Aghi untuk berbagi cerita sukses. (cuy/wu)
Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/245/Banjir-Peserta-Di-MuDA-Creativity.html