PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk meluncurkan layanan IP Transit atau layanan transit (peering) ke internet global dengan rasio bandwith 1:1. Melalui layanan ini, akses internet menjadi lebih cepat karena bandwith tidak dipakai bersama.

Layanan IP Transit adalah layanan interkoneksi trafik ke global internet dengan fitur full route BGP (Border Gateway Protocol) internet dengan menggunakan blok IP dan AS (Autonomous System) number milik pelanggan.

"Ini adalah inovasi Telkom untuk memberikan solusi dalam akses internet, pelanggan bisa mendapatkan jaminan bandwith," ujar Chief Operating Officer Telkom Ermady Dahlan usai peresmian peluncuran IP Transit di Jakarta, Kamis (4/12).

Layanan ini, lanjut dia, akan mempercepat penetrasi internet di Indonesia dengan penyediaan bandwith ke global internet bagi other licenced operator dan korporasi dengan kualitas premium dan harga kompetitif. "Layanan ini cocok untuk korporasi dan kampus," tambahnya.

Berbeda dengan layanan sejenis yang sudah ada di pasaran, jelasnya, layanan IP Transit Telkom memberikan jaminan rasio bandwith 1:1 sampai ke upstream provider Telkom. Selain itu, layanan ini juga memiliki cakupan yang luas.

Saat ini IP Transit Telkom ada di 15 lokasi yaitu Jakarta-Semanggi, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Bandung, Denpasar, Medan, Jakarta-KaretTengsin, Palembang, Pekanbaru, Batam, Semarang, Balikpapan, Jakarta-Gambir, dan Jakarta-Cyber Building.

Dalam kesempatan yang sama kemarin, Telkom melakukan penandatanganan kerjasama penggunaan IP Transit dengan sembilan instansi yaitu Jaya Teknik, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Universitas Bina Nusantara, Satcom, dan Pikanet. Selain itu Universitas Indonesia, Institut Teknologi SUrabaya, Universitas Surabaya, dan Universitas Petra.

 (Slv/Noy/OL-02)
dikutip dari: Media Indonesia