17 Agustus nampaknya sudah menjadi hari istimewa bagi para warga Indonesia. Begitu pula dengan keluarga besar civitas akademika Ubaya (Universitas Surabaya). Seperti biasa, 17 Agustus tentunya identik dengan perayaan upacara bendera. Mengingat bulannya yang bertepatan dengan tahun ajaran baru, tak heran jika maharu (mahasiswa baru) 2016 turut hadir dalam kegiatan. Dengan memakai jas almamater dan muts, seluruh maharu dengan gagah berbaris rapi di Lapangan, Ubaya Tenggilis.

Sekilas tak ada yang berbeda dari upacara kali ini. Adanya pembacaan teks proklamasi, UUD 1945, hingga butir-butir pancasila seringkali kita dengar dalam sebuah upacara bendera. Namun, sepenggal pidato milik Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang dibawakan oleh Rektor Ubaya sangat membakar semangat para pendengarnya. "Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Tahun 2016 telah dicanangkan sebagai tahun inovasi. Oleh sebab itu, mari kita wujudkan bersama gerakan nasional, ayo kerja nyata ! Gelorakan inovasi kita masing-masing. Merdeka !" Lantang Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT, Ph.D. Para maharu pun dengan tenang mendengar setiap larik pidato yang dibacakan.



Tak hanya itu saja, Joniarto juga berpesan agar para dosen mampu mengajar rekan-rekannya dalam hal penelitian. Sehingga penelitian tersebut dapat menjadi sebuah produk nyata. Tak hanya itu, Joniarto juga memberikan nasihat kepada para maharu yang hadir. "Inovasi bukan hanya di dunia industri. Tapi, dalam berbagai aspek kehidupan untuk memberikan jawaban terhadap ragam tantangan di Indonesia. Saudara sebagai generasi muda, harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan generasi muda lainnya," tutur Joniarto dengan penuh keyakinan.

Rektor Ubaya berharap agar Ubaya semakin meningkatkan jumlah dan kualitas penelitinya. Sehingga dapat menjadi peneliti dan inovator yang mampu menggerakan ekonomi di tanah air tercinta.

Seusainya upacara, seluruh karyawan dan dosen makan bersama di sebelah Gedung Perpustakaan, Ubaya Tenggilis. Berbagai hidangan disajikan seperti nasi pecel, es dawet, dan sebagainya tersedia lengkap memenuhi meja makan. Sedangkan, para maharu kembali melanjutkan kegiatan latihan untuk persiapan Malam Apresiasi Seni di acara penutupan MOB yang digelar Jumat malam (19/8) (slr).