SURYA.co.id | SURABAYA - Prof Joniarto Parung PhD, Rektor Universitas Surabaya, mengaku bangga dan senang atas penghargaan Indonesia Green Award (IGA) kategori Green Campus 2016 yang baru saja diraih oleh Ubaya pada Sabtu 21 Mei 2016.

"Penghargaan tersebut kami terima dari perwakilan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ujarnya pada SURYA.co.id, Minggu (22/05/2016).

Ditambahkan Joni, Ubaya menarik perhatian juri setelah memaparkan perkembangan upaya Green Campus pada internal sivitas akademika.

Upaya itu meliputi penembangan program sanitasi ekologi, penghematan energi, hingga pembekalan ilmu lingkungan kepada mahasiswa yang diimplementasikan dalam bentuk mata kuliah yang disesuaikan dengan jurusan/fakultas masing-masing.

"Ubaya ingin meningkatkan perannya dalam menjaga bumi yang ramah terhadap makhluk ciptaan Tuhan melalui program nyata yang terkait manajemen lingkungan. Program dimulai dari dalam kampus misalnya penggunaan energi terbarukan, pemanfaatan sampah dan limbah untuk pupuk yang selanjutnya diimplementasikan di luar kampus pada masyarakat," jelasnya.

Contohnya, lanjut Joni, adalah pengolahan sampah terintegrasi di rumah susun. "Upaya Ubaya ini dinilai bermanfaat untuk menyadarkan masyarakat oleh panitia IGA untuk melestarikan lingkungan," tuturnya.

Award yang diterima Ubaya itu sangat ia syukuri. Joni juga berterimakasih karena upaya tersebut dihargai dan diakui pihak eksternal walaupun itu bukan tujuan utama dari program yang lingkungan yang dilakukan Ubaya.

Tidak hanya sendiri, Joni didampingi oleh Yunus Fransiscus ST MSc selaku Kepala Pusat Studi Lingkungan Ubaya dalam penganugerahaan IGA oleh perwakilan Kementrian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penyerahan penghargaan didahului penyampaian catatan penilaian oleh Ketua Tim IGA 2016, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Hadi Daryono.

Penghargaan Green Campus untuk kali ketiga diraih oleh Universitas Surabaya setelah sebelumnya pada 2012 dan 2014.

IGA diprakarsai atas kerjasama The La Tofi-School of CSR dan Kementrian Perindustrian dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan diikuti lebih dari 200 institusi dari berbagai kalangan di Indonesia. (nh)

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com