SURYA.co.id | SURABAYA - "Jam 4 pagi sudah mulai ada yang datang dan mencari tempat untuk buka stan. Saat itu kami juga ikut berebut ketika mengadakan Garage Sale," cerita Gregoriana Ines, mahasiswi Multimedia Universitas Surabaya (Ubaya) ketika berpartisipasi dalam Car Free Day (CFD) Jalan Raya Darmo November 2015.

Selain mengadakan Garage Sale, ia dan anggota UKM Warta Ubaya juga pernah mengadakan kegiatan memungut sampah pada Februari 2016.

Ramainya CFD membuat keranjang sampah besar yang mereka bawa dipenuhi sampah dari pengunjung.

"Karena kami membawa keranjang besar dan memungut sampah, banyak yang ikut tergerak dan bergabung dalam kegiatan kami. Tapi ya banyak juga yang tetap pada kegiatan mereka masing-masing," lanjut mahasiswi yang akrab disapa Ines itu.

Mereka sengaja memilih CFD Darmo di sekitar Taman Bungkul karena ramai dan beragam orang dari berbagai wilayah datang memenuhi lokasi. Menurut Ines, kegiatan saat itu juga cukup efektif.

"Kalau sekadar acara sosial yang skalanya tidak terlalu besar, bebas dilakukan tanpa ijin. Kalau mau buka stan juga bebas asalkan dapat tempat. Pokoknya tetap jaga kebersihan saja," tambah gadis asal Sumbawa Besar itu.

Sedangkan menurut Doni Indra Gunawan, CFD saat ini sudah tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

"CFD kan harusnya sebagai upaya pengurangan polusi, tapi pengunjung CFD tetap membawa kendaraan bermotor yang diparkir di dekat lokasi baru berjalan," kata mahasiswa yang sering memanfaatkan CFD untuk bersepeda dan berolahraga sejak SMA.

Mahasiswa jurusan Teknobiologi Ubaya itu merasakan perbedaan drastis ketika ia masih duduk di bangku SMA tahun 2010 dengan sekarang.

"Dulu masih bagus, yang datang benar-benar ingin olahraga dan menuju lokasi dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Penjual makanan juga masih teratur, sementara sekarang sudah berlomba-lomba memenuhi lokasi dan mengurangi lahan berolahraga," lanjutnya.

Mengenai lokasi CFD yang ditambah, Doni mengaku senang dan berharap semoga lokasi-lokasi itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Jangan sampai seperti yang minggu lalu saya rasakan, jalan tetap saja dipenuhi motor dan mobil yang terparkir dan berlalu lalang. Lalu apa gunanya CFD kalau tetap dipenuhi polusi?" pungkas Doni.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com