VIVA.co.id - Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, dewan juri Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina, menetapkan 15 tim proyek sains yang berhak maju ke tingkat nasional pada 21 November 2015, di Jakarta.

Ke-15 tim tersebut merupakan tim terbaik, yang telah melewati sejumlah tahapan. Yakni seleksi poster dan presentasi proyek sains serentak di 42 Perguruan Tinggi Mitra pada 15 Oktober 2015. Dari hasil presentasi dan penilaian juri wilayah, terpilih 30 tim dengan nilai terbaik,yang selanjutnya mengikuti babak penyisihan pada 22 Oktober 2015.

“Berdasarkan hasil wawancara dewan juri nasional kepada 30 tim dalam babak penyisihan, akhirnya ditetapkan 15 tim terbaik yang berhak maju ke babak final nasional. Saat ini ke-15 tim tersebut tengah menyiapkan prototype karya inovasi sesuai dengan proposal yang diajukan untuk dibawa ke seleksi tingkat nasional,”jelas VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro.

Kategori Proyek Sains merupakan kompetisi karya cipta hasil kerja dari suatu tim. Setiap tim berjumlah tiga mahasiswa dari satu perguruan tinggi. Tahun ini OSN Pertamina kategori proyek sains difokuskan pada tema “Energi Baru dan Terbarukan”. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan bauran energi pada tahun 2025, dimana penggunaan energi baru terbarukan mencapai 25 persen. “Harapan kami, tema tersebut dapat mendorong minat dan kemampuan mahasiswa dalam pengembangan energi baru terbarukan sejak dini,”jelas Wianda.

Kompetisi OSN Pertamina kategori proyek sains dapat berupa inovasi terkait Aplikasi Perangkat Lunak (APL), Rancang Bangun (RB) dan Produk Unggulan (PU).

Adapun 15 peserta final yang berhak maju ke tingkat nasinonal yakni: Hilda Gusviana (UNSYIAH), Wibawa Furqona (IPB), Ranik Chairunisa Akbar (ITS), Respati Kevin Prama Dewandaru (UI), Fahmi Dwilaksono (UTS), Muhammad Wahyu Arif (UNY), Nada Mawarda Rilek (UB), Pikri Eriyanto (UNLAM), Ahmad Diyanal Arifin (UB), Wulandhari (UNSRI), Yoanes Maria Vianney (UBAYA), Yudha Ari Satria (UNILA), Rana Bouzida (UI), Rahimatul Yusra Mardiah (ITB), dan Rahmat Jaya Eka Syahputra (UNS). (web)

Sumber: viva.co.id