Untuk pertama kalinya, Direktorat Kerjasama Kelembagaan(DKK) Universitas Surabaya mengadakan acara WorkshopHubungan Internasional. Acara bertajuk “Ubaya International Office Workshop 2015. International Office : The Practice and Programs” ini mengundang seluruh karyawan Kantor Hubungan Internasional Perguruan Tinggi di Indonesia.

“Kebetulan acara ini mendapat hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristek Dikti RI), sehingga DKK memutuskan untuk mengadakan workshop,” tutur Adi Tedjakusuma, B.Bus., M.Com,selaku Manajer Kerjasama InternationalUbaya.

Workshopyang diadakan pada tanggal 27 Oktober 2015 lalu, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Kantor Hubungan Internasional di seluruh Indonesia. Acara ini diadakan di Ruang Serbaguna Fakultas Psikologi (SGFP), dengan mendatangkan pembicara asing dari Austalia, yaitu Jason Leggatt selaku Manajer Internasional QUT,South & Southeast Asia, Middle East & Asia Pacificyang turut didampingi oleh Nelson Ng, selaku Manajer Internasional FakultasScience & EngineeringQUT.

“Adanya pola kerja internasional membantu pengembangan pandangan global kepada mahasiswa, staff, dan alumni. Selain itu, dapat meningkatkan peringkat universitas di tingkat dunia,” ujar Jason Leggatt.

Jason mengungkapkan, pola kerja hubungan internasional ini memiliki visi untuk mengembangkan pengetahuan secara internasional, bakat, dan pandangan menuju kesuksesan yang diiringi perubahan besar. Tujuan hubungan internasional antara lain untuk menuntun fakultas, sekolah, institusi penelitian dalam proses pencapaian visi serta sebagai kunci utama pengembangan proses perencanaan di masa mendatang.

Beberapa peserta yang berasal dari Bandung, Medan, Yogyakarta, dan lain-lain dengan khidmat memperhatikan presentasi dari Jason Leggatt. Tak ayal bila para peserta aktif dalam sesi tanya jawab, seperti peserta dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,International Women University (IWU) Bandung,Indonesian European University(IEU) Surabaya, dan sebagainya.

“Ini merupakan salah satu langkah dalam membagikan informasi dan pengalaman sehingga bisa dijadikan proses pembelajaran,” ujar Agus Supriyanto, S.Pd., M.Sc., dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. (re1)