SURABAYA – Jerome Greiner tampak cekatan mempersiapkan daging kurban yang akan diberikan ke Khusaini. Setelah menyerahkan daging, tangannya mengambil sebuah gelas plastik bekas air mineral berisi tinta. Khusaini langsung mencelupkan jari kelingking ke tinta itu sebagai tanda telah menerima daging kurban.

Sekilas kesibukan tersebut mewarnai penyembelihan daging kurban di lapangan Universitas Surabaya (Ubaya) kemarin (24/9). Jerome yang tidak fasih berbahasa Indonesia kerap mengangguk-angguk saat diajak berdialog para penerima daging.

"Ini pengalaman pertama saya membagikan kurban," ujar pria berusia 21 tahun tersebut. "Very good, menyenangkan. Ini mem perlihatkan bahwa orang Indonesia adalah orang-orang yang baik,” ujar mahasiswa asal Prancis itu.

Menurut Jerome Greiner, tindakan berbagi tersebut mirip dengan yang ada di negaranya. Tapi, tentu saja bukan dia yang menyembelih. ”Para ibu yang memasak dan semua orang memakannya,” lanjut dia.

Selain Jerome, sejumlah mahasiswa Ubaya asal mancanegara juga menyibukkan diri dalam penyembelihan hewan kurban kemarin. Ada Thomas Mathieu dari Prancis, Anastasia Prilipko dari Rusia, dan Troels Nakel dari Denmark.

Keempatnya mengikuti seluruh rangkaian penyembelihan hewan kurban. Mulai menyembelih, memotong daging, menimbang, sampai mendistribusikannya. ”Bajuku sampai kena darah hewan kurban saat menyembelih,” ujar Troels Nakel.

Bagi mereka, kegiatan tersebut sangat mengasyikkan. ”Saya ingin tahu bagaimana orang Islam Indonesia merayakan hari raya,” ujar Thomas. ”Ternyata digunakan untuk berbagi dari yang kaya ke yang miskin, nice,” lanjut pria yang juga atlet basket di negaranya tersebut.

Sementara itu, Anastasia Prilipko tampak hanya kebagian memotong-motong daging dan memasukkannya ke tas plastik. ”Saya tidak tega kalau harus menyembelih,” ujarnya dengan mimik muka miris. ”Kasihan,” lanjutnya.

Empat mahasiswa itu tercatat sedang menempuh studi lanjutan di Ubaya. Tiga mahasiswa laki-laki mengambil program master di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ubaya. Lalu, Anastasia Prilipko mengambil studi bahasa di International Village Ubaya.

Muhammad Ismail, ketua pelaksana kegiatan kurban Ubaya, mengaku sangat senang karena para mahasiswa dari mancanegara itu bisa membantu acaranya. ”UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam, Red) jadi lebih terbantu dengan kehadiran mereka,” ujar pria asal Makassar tersebut.

Dengan dua sapi dan 21 kambing yang dikurbankan, Ismail berharap semua mendapat berkah. Ismail juga berharap jumlah hewan kurban tiap tahun meningkat. ”Semoga tahun depan lebih banyak lagi orang yang mau berkurban di Idul Adha,” ujar mahasiswa semester tiga jurusan farmasi tersebut. (dha/c10/fat)

Sumber Jawa Pos, 25 September 2015

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/1614/Ngurusi-Daging-Ala-Mahasiswa-Asing.html