SURABAYA, Senin 23 Juni 2014, Direktorat Kerjasama Kelembagaan (DKK) mengadakan perpisahan (farewell  party) bersama 19 mahasiswa asing yang sempat belajar di Ubaya. Acara berlangsung sedehana namun terkesan hangat.

Acara yang dibuka oleh Direktur Kerjasama Kelembagaan, Dr. Dra. R.R. Christina Avanti, M.Si.,Apt berlangsung  sekitar 60 menit.   Total jumlah  asing yang studi selama satu tahun terakhir ini sebenarnya sebanyak 27 mahasiswa asing.   Namun saat perpisahan beberapa mahasiswa sedang kurang sehat.

Banyak aktifitas selain belajar bahasa Indonesia dan kuliah yang mereka lakukan. Bahkan tak sedikit dari mahasiswa asing ini ikut menjadi bagian dalam kegiatan Universitas mewakili Ubaya. Seperti pada bulan Mei dalam rangka memeriahkan HUT Kota Surabaya, ada 2 mahasiswa asing yang dilibatkan dalam parade mobil hias dan festival rujak ulek.

Memang ditengah kesibukan mereka belajar, hampir setiap week end pergi keluar kota untuk liburan. “Justru itu salah satu tujuan kami ke Indonesia yaitu pergi ke tempat wisata alam yang dimiliki Indonesia,” ungkap Liliana Macovei-Dava. Selama belajar di Ubaya suasana menyenangkan, berbeda dengan di Rumania. Banyak orang tampak tegang, jarang tegus sapa dengan lainnya. Sedangkan disini (Ubaya-Surabaya) walaupun sibuk, orang-orang masih ramah dan mau menyapa tambah  Liliana. Hal ini juga dirasakan mahasiswa asing lainnya buktinya mereka langsung menambahi pendapat masing-masing sehingga acara terkesan santai dan kekeluargaan.

Saat diberi kesempatan untuk menyampaiakan pengalaman di depan mahasiswa asing saat perpisahan, anak terakhir dari dua bersaudara ini menuturkan bahwa Ubaya bukan yang terbaik tapi Ubaya salah satu universitas terbaik penyelenggara darmasiswa. Karena beberapa rekannya yang gabung dalam darmasiswa diuniversitas lain, pelayanan dan servicenya tidak seprofesional di Ubaya.

Mahasiswa asing yang belajar di Ubaya  terbagi dalam beberapa status kemahasiswaannya.  10 mahasiswa asing semester genap 2013-2014, 10 mahasiswa asing IPSOL  (Kelas Bahasa Indonesia untuk mahasiswa/orang asing) semester gasal 2013-2014 , dan 7 mahasiswa dari Darmasiswa 2013-2014. Lama mereka belajar juga berbeda-beda begitu pula asal negaranya. Sebagian besar berasal dari Perancis dan Korea Selatan.  Ada yang 6 bulan saja belajar bahasa Indonesia , ada pula yang satu tahun. Sebanyak itu pula, Staff DKK bisa bergabung, bergurau seru seperti saudara dengan mahasiswa asing.

Sedangkan pengalaman seru yang pernah dialami gadis asal Rumania ini adalah bersepeda motor bersama temannya dari Surabaya menuju Bali dan lanjut ke Flores lalu kembali ke Surabaya. Masih banyak lagi pulau yang belum dia singgahi sehingga tahun depan, Liliana berencana kembali ke Indonesia untuk menjajaki Sumatra, Maluku dan Pulau Alor.

“Yaaa kl mahasiswa Darmasiswa baru bulan buan terakhir ini agak sering telat masuk kelas. Tapi selama saya mengajar bahasa Indonesia, sebagian besar sangat antusias,” ungkap Ferry Christian staff pengajar ULC. Selama 90 menit mereka belajar banyak sekali yang bertanya, bisa jadi memang mereka ingin mudah berkomunikasi dengan penduduk lokal ketika bepergian/ liburan.