SURABAYA – Polikarbonat dirumah sering termanfaatkan hanya untuk pelindung atap dari sengatan panas. Tapi, di tangan peneliti dari Pusat Studi Energi Terbarukan (PSET) Universitas Surabaya (Ubaya), polikarbonat bisa bisa menjadi pemanas air. Bentuknya solar water heater.

Mochammad Nurul Romdoni, tenaga penunjang akademik Ubaya, butuh setahun untuk menciptakan alatnya. Untuk merakit alatnya, Romdoni membutuhkan polikarbonat sebagai komponen utama. Dia menambahkan alat seperti pompa akuarium, stok keran, nepel kuningan, dan knee drat.

Di bawah terik matahari, solar water heater itu mampu menghasilkan panas air hingga 55 derajat Celsius. Tangki yang menampung sekitar 25 liter air tersebut akan menyerap panas matahari. ”Dibutuhkan 3–4 jam untuk mendapatkan air panas,” ujarnya. Pemanas air biasa berharga sekitar Rp 2 juta. Tapi, water solar heater itu hanya menghabiskan biaya sekitar Rp 250 ribu. (ayu/c10/roz)

Sumber: Jawa Pos, 12 Oktober 2013

Foto dok: Jawa Pos

Copyright
© 2017 Universitas Surabaya. Artikel yang ada di halaman ini merupakan artikel yang ditulis oleh staf Universitas Surabaya. Anda dapat menggunakan informasi yang ada pada halaman ini pada situs Anda dengan menuliskan nama penulis (apabila tidak tercantum nama penulis cukup menggunakan nama Universitas Surabaya) dan memasang backlink dengan alamat http://www.ubaya.ac.id/2014/content/content/1223/Pemanas-Air-Hemat-Biaya.html