American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) kembali berbagi informasi peluang beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat (AS). Kemarin (7/4), bertempat di International Village Building, Universitas Surabaya (Ubaya), Yayasan Pertukaran Amerika-Indonesia itu berbagi informasi tentang program beasiswa Fullbright.

Menurut Michael E. Cody, executive director Aminef, pada tahun ini, Fullbright menambah beasiswa melalui program-program baru. Dengan demikian, kesempatan warga Indonesia belajar di AS semakin besar. Sebab, hingga kini, peminat masih terbilang rendah. "Selama ini, peminat yang melamar program beasiswa ini masih sedikit," ujarnya.

Dia menyatakan, banyaknya informasi beasiswa yang tidak tersampaikan secara baik juga menyebabkan rendahnya peminat dari Indonesia. Karena itu, pihaknya berniat mengunjungi beberapa kota di Indonesia demi menyebarkan informasi beasiswa tersebut. Di antaranya, Aceh, Medan, Padang, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Bali, Samarinda, dan Manado. "Saya yakin, masih banyak orang hebat yang tersebar di Indonesia," ungkapnya.

Bukan hanya lulusan S-1, S-2, dan S-3 yang berhak mengenyam pendidikan di AS. Lulusan SMA yang memiliki pengalaman kerja juga bisa menikmati program belajar di luar negeri secara gratis. Melalui Community College Summit Initiative Program, misalnya, para lulusan SMA berkesempatan mengembangkan skill secara profesional di salah satu universitas di AS.

Selain lulusan SMA, beberapa program beasiswa baru diperuntukkan bagi para guru SMA. Melalui Fullbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA), mereka berpeluang mengajar bahasa Indonesia di AS selama sembilan bulan.

Dalam sosialisasi kemarin, sekitar 20 kandidat penerima beasiswa Fullbright diundang. Saat sesi tanya jawab dibuka, beberapa pertanyaan pun terlontar. Namun, kebanyakan di antara mereka menanyakan masalah seputar persyaratan beasiswa. (ken/hud)

dikutip dari Jawapos, 8 April 2008