Pada hari Selasa-Rabu, 19-20 Pebruari 2008, telah diadakan acara Millenium Culture Convention I di Perpustakaan Lt V, kampus Tenggilis. Acara konvensi ini merupakan program Fakultas Ekonomi (FE) Ubaya untuk memperkuat budaya organisasi dan mempersiapkan FE memperoleh akreditasi internasional business school guna menghadapi liberalisasi pendidikan tinggi yang akan efektif berlaku pada tahun 2015. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 50 dosen tetap FE dari 3 jurusan yaitu Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi. Acara ini dipersiapkan dan dirancang oleh tim manajemen FE yaitu Dekan, Wakil Dekan dan para Ketua Jurusan, dan dipandu oleh Bobby Meidri Levianto, SH dari Career Asistance Centre (CAC) Ubaya. Selaku pemandu, Bobby mendapatkan peran sebagai “Mr Millenium” yang bertugas menghangatkan suasana dan memperlancar jalannya acara selama dua hari. Berbagai jokes segar hingga atraksi sulap (mind games) ala Deddy Corbuzier diperagakan oleh sang Mr Millenium dengan memikat.

Konvensi tersebut terdiri dari pembukaan dan refreshment budaya organisasi FE yaitu Knowledge, Wisdom and Integrity oleh Dekan FE Sujoko Efferin, PhD. Kemudian diikuti dengan dialog updating kondisi Ubaya dengan Wakil Rektor II Drs. Adji Prajitno, M.Sc. Acara berikutnya adalah evaluasi diri tentang kinerja FE oleh para dosen tetap dengan memberikan penilaian sesuai standar dan kriteria EQUIS. EQUIS merupakan akreditasi internasional untuk sekolah bisnis yang sangat ketat dan menjadi rujukan berbagai sekolah bisnis terkemuka dunia seperti Harvard Business School, Stanford Business School, Manchester Business School, City University of Hongkong, QUT Australia, dsb. Saat ini baru sekitar 108 sekolah bisnis terbaik dunia yang behasil mendapatkan akreditasi EQUIS. Dari evaluasi diri tersebut dapat diidentifikasi kekuatan dan kelemahan FE Ubaya jika ingin menjadi world-class business school pada tahun 2015 nanti. Acara kemudian diikuti dengan refleksi transformasi institusional FE Ubaya mulai tahun 1988-2015 serta commitment building dari dosen-dosen tetap terkait apa yang menjadi fokus perbaikan ke depan. Hasil commitment building tersebut menjadi pegangan bagi FE Ubaya dalam merancang program kerja ke depan.

Sebagai puncak acara adalah kontes antar 9 laboratorium dari 3 jurusan di FE Ubaya terkait pengembangan mata kuliah dengan muatan soft-skills. Tiap laboratorium diminta untuk mempresentasikan desain mata kuliah unggulannya masing-masing satu mata kuliah. Juri terdiri dari 4 orang diluar FE terdiri dari praktisi bisnis dan akademisi, yaitu Dr Sonny Nursutan (Vice President Indonesia Marketing Association / IMA), Drs. Bambang Irawan (Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia / Aprindo Jawa Timur), Budi Goutama, S.T., M.Sc. (Direktur Career Assistance Centre / CAC Ubaya), dan Ir Andreas Alfianto, M.Sc. (Assessor Direktorat Pendidikan Tinggi Indonesia untuk Program Hibah Bersaing dan Dosen Tetap Fakultas Teknik Ubaya). Para juri kemudian menilai sejauh mana mata kuliah tersebut mampu membekali soft skills mahasiswa dalam rangka memenuhi kebutuhan dunia kerja. Masing-masing lab mempresentasikan desain satu mata kuliah unggulannya dengan memikat dan penuh inovasi serta kreativitas. Setelah melalui persaingan yang ketat maka juara I s/d III berturut-turut adalah Laboratorium Akuntansi Manajemen-Jurusan Akuntansi (mata kuliah Akuntansi Manajemen), Laboratorium Manajemen Keuangan – Jurusan Manajemen (mata kuliah Manajemen Keuangan Internasional) dan Laboratorium Akuntansi Keuangan – Jurusan Akuntansi (mata kuliah Akuntansi untuk Organisasi Nir-Laba). Lab Akuntansi Keuangan sebagai juara III harus bersaing ketat dengan Lab Manajemen Operasi – Jurusan Manajemen yang menampilkan mata kuliah Manajemen Sektor Hiburan karena mengumpulkan nilai yang sama. Setelah melalui pertimbangan yang masak, dewan juri akhirnya memutuskan Lab Akuntansi Keuangan sebagai juara III.

Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada pemenang sekaligus kesan pesan singkat oleh Drs. Ec. Muthalip, MS, dosen tetap jurusan Ilmu Ekonomi dan salah satu pioner FE Ubaya yang akan memasuki masa pensiun pada bulan April 2008, serta pesan dari Dekan FE. Hal ini merupakan komitmen FE untuk semakin meningkatkan daya saing global lembaga, para dosen tetap dan mahasiswa/lulusannya di masa mendatang. FE Let’s Go Global!!