Untuk ketiga kalinya, para mantan Pendamping Kemahasiswaan mengadakan acara silahturahim pada 11 Mei silam. Namun kali ini berbeda, tidak hanya silahturahim saja, tetapi pertemuan ini dijadikan seminar kemahasiswaan. Seminar ini menghasilkan proceeding berupa kumpulan makalah. “Pertemuan sebelumnya hanya sebatas silaturahim, tetapi kali ini kami menginginkan ada hasil dari pertemuan,” tutur Dr Suko Hardjono MS selaku ketua pelaksana. Suko menjelaskan bahwa proceeding tersebut berisi hasil diskusi dalam konteks pengembangan mahasiswa.“Aturan pengembangan mahasiswa sebenarnya sudah ada, yaitu Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 155/U/1998 di mana mengatur organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi. Sekarang tinggal bagaimana cara mengembangkannya,” tambah Suko.

Bertempat di ruang acara Gedung Pascasarjana STIESIA, acara tersebut dihadiri beberapa pejabat dan pendamping kemahasiswaan dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Dihadiri pula pembicara, yaitu Dr Widyo Winarso selaku Kepala Subdirektorat Kemahasiswaan DIKTI dan Prof Dr M Enoch Markum selaku ahli sosial psikologi dari Universitas Indonesia. “Sudah saatnya menyiapkan mahasiswa masa depan. Mahasiswa masa depan adalah aset bangsa dan calon pemimpin masa depan. Mahasiswa tersebut juga akan memikirkan negara, sehingga memiliki peran penting selayaknya ketika era reformasi,” ungkap Prof Eno. Suko menuturkan pula bahwa para pemakalah juga dihadirkan untuk menerangkan dan mendiskusikan kembali pada peserta seminar. (nif/wu)