Bongkar Peninggalan Kerajaan Majapahit, Bangun Tiga Blok Situs

Pegunungan tak sekedar menyimpan pesona alam yang menarik. Namun dibalik keindahan alam ini juga menyimpan banyak tempat sakral dan menyimpan sejarah budaya. Seperti di Gunung Penanggungan. Lantas apa saja dibalik itu?.

MOCH CHARIRIS, Mojokerto

SIAPA yang tidak kenal dengan Gunung Penanggungan, kawasan Trawas Kabupaten Mojokerto. Lekat dengan suasana alam yang mempesona. Tak sekedar suasana kesejukan atau kelestarian yang menarik minat masyarakat. Belakangan area pendakian seolah menjadi magnit bagi para pendaki atau masyarakat yang mencoba nyali dalam menaklukkan ketakutan sampai ke puncak tertinggi.

Tapi tak hanya itu Gunung Penanggungan diam-diam juga dikenal dengan petilasan peninggalan era kejayaan Kerajaan Mojopahit. Hanya saja, dibanding kawasan
Trowulan, di lerang-lerang dan kaki gunung ini peninggalan berupa situs dan candi tersebut seolah "tenggelam" Tak banyak masyarakat tahu, apalagi menjadi area jujugan berwisata.

Karenanya tak sedikit pendaki yang seolah melewatkan hal-hal menarik selama masa pendakian. Kondisi ini membuat sebuah perguruan tinggi yaitu Ubaya melalui (UTC ) sengaja babat alas dengan membuat rute jalan yang unik dan berbeda. UTC menyebutnya dengan istilah jalur Penanggungan Archeological Trail(PAT)

Lebih Enjoy dan Fun

"Kami ingin menyuguhkan rute untuk menuju ke Gunung Penanggungan dengan nuansa adventure, edukasi dan fun," ujar konsultan Development And Experencial Learning Program Adventure PAT, Kusworo Rahardian.

PAT merupakan perpaduan antara sarana edukasi pembelajaran karakter, lingkungan hidup dan budaya. Uniknya PAT juga menyajikan pelatihan petualangan menjelajahi kekayaan Indonesia yang tersimpan di Gunung Penanggungan. Dari perpaduan itu diharapkan pendakian akan jauh lebih menarik dan bermanfaat. "Yang terpenting pengalaman dari petualangan lebih enjoy dan fun" tutur Kusworo.

Dia mengatakan, belakangan Penanggungan menyimpan banyak petilasan-petilasan era Kerajaan Mojopahit. Di dalamnya terdapat banyak situs atau candi yang berbagai macam bentuk arkeologi dan fungsi. "Di gunung ini ini kebanyakan terdapat situs untuk tempat peribadatan, semedi atau pemujaan," paparnya. Dengan
begitu banyak sisa peninggalan kerajaan Majapahit yang selama ini memang tersebar di gunung penanggungan. Dijelaskan Kusworo, untuk menguak kekayaan sejarah, PAT kini membuat langkah tiga blok situs.

Hal itu dilakukan untuk mempermudah penelitian atau dan memindai lokasi-lokasi situs yang telah di temukan. Terbagi atas blok genting, blok kedungudi dan yang terakhir blok bekel. "Pembagian blok situs candi ini supaya dalam proses pemindaian dan perawatan nanti bisa cepat langsung terdeteksi." Tandas pria asal Boyolali ini. (nk)

Sumber: Radar 3 Desember 2012