Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Penyandang disabilitas dicirikan dengan adanya kondisi ketidaklengkapan ataupun ketidaksempurnaan fungsi fisik. Salah satu tuntutan penyandang disabilitas adalah kemampuan untuk menjalankan fungsi kehidupan sehari-hari dan mampu berinteraksi secara maksimal dalam masyarakat. Untuk itu diperlukan adanya rehabilitasi fisik, sosial, ekonomi, psikologis, dan pendidikan. Rehabilitasi pendidikan dilakukan dengan bentuk memberikan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sebagai kemampuan dasar. Dengan membaca, menulis, dan menghitung penyandang disabillitas memiliki modal untuk mengembangkan kemampuan atau potensi diri yang lain. Salah satu hambatan yang muncul dalam rehabilitasi pendidikan adanya motivasi belajar yang rendah. Kondisi ini dipicu adanya kurangnya kondisi flowdalam pembelajaran yang diikuti penyandang disabilitas. Motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan memperhatikan pada aspek expectancy, value, dan impulsivitas. Cara meningkatkan motivasi belajar dapat dilakukan melalui metode pembelajaran flow.

Proses pembelajaran flow merupakan proses pembelajaran yang memfasilitasi siswa penyandang disabilitas mencapai kondisi fokus, menikmati proses pembelajaran, dan termotivasi secara internal. Untuk menerapkan proses pembelajaran flowperlu mempertimbangkan karakteristik atau kondisi siswa penyandang disabilitas dan metode-metode pembelajaran yang dapat diterapkan. Karakteristik anak berkebutuhan khusus yang perlu diidentifikasi antara lain fungsi sensorik, kognitif, bahasa,sosial, gaya belajar, dan multiple intelligence.

Secara garis besar pembelajaran flowbagi siswa penyandang disabilitas meliputi: 1) relaksasi atau meditasi di awal, di tengah, dan di akhir pembelajaran, 2) penetapan target pembelajaran setiap sesi dijelaskan, 3) pemberian dan melatih kemampuan penyandang disabilitas dalam mencegah distractibility, 4) ruang kelas dibuat nyaman, posisi duduk yang nyaman, 5) menerapkan cara memberi materi sesuai dengan gaya belajar penyandang disabilitas, 6) pemberian materi disesuaikan dengan kemajuan belajar (kemampuan penyandang disabilitas) yang telah dicapai, 7) memanfaatkan alat peraga yang dibuat penyandang disabilitas dalam belajar, 8) belajar sambil bermain, menggunakan musik, role play, dan bentuk pemberian materi lain yang menyenangkan, 9) pada setiap sesi pembelajaran diawali dengan cerita keberhasilan penyandang disabilitas dalam kehidupan, 10) memberikan ketrampilan afirmasi diri penyandang disabilitas, 11) penjelasan manfaat jangka pendek dan jangka panjang terkait dengan materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, dan 12) pemberian feedback individual dan keseluruhan dalam proses belajar pada setiap sesi pembelajaran.

Metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi tercapainya kondisi flow antara lain relaksasi dan feedback dapat memfasilitasi fokus dan menikmati proses pembelajaran. Kisah sukses individu yang mengalami kondisi disabilitas dan afirmasi diri memfasilitasi termotivasi secara internal. Belajar sambil bermain dan metode pembelajaran berbasis gaya belajar dapat memfasilitasi fokus, menikmati proses pembelajaran, dan termotivasi secara internal. Demikianlah gambaran ringkas mengenai metode pembelajaran flow bagi siswa penyandang disabilitas.