Oleh: Hazrul Iswadi

PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti bertujuan memberi saluran pada kreatifitas mahasiswa untuk berkembang. Mahasiswa sering bertanya buat apa mengajukan proposal PKM atau apa ide-ide untuk mengajukan proposal PKM. Seperti yang pernah dituliskan pada artikel sebelumnya di web ini (lihat artikel: PIMNAS – Ajang Top untuk Mahasiswa Top), PKM terdiri dari 7 bidang yaitu: PKMP (PKM Penelitian), PKMT (PKM Penerapan Teknologi), PKMK (PKM Kewirausahaan), PKMM (PKM Pengabdian Masyarakat), PKMKC (PKM Karsa Cipta), PKMAI (PKM Artikel Ilmiah), dan PKMGT (PKM Gagasan Tertulis). Penjelasan umum dan detil seperti tujuan, luaran, kriteria, sistematika, dan lain-lain yang menjadi karakteristik untuk masing-masing bidang PKM dapat dilihat di Pedoman 2015 Program Kreativitas Mahasiswa yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti. Beragamnya bidang PKM di atas memungkinkan mahasiswa untuk menelurkan banyak ide untuk dituliskan menjadi proposal PKM. Hal itu juga berarti, ada banyak alasan bagi mahasiswa untuk mengajukan proposal PKM. Tulisan ini mengulas satu per satu bidang-bidang PKM di atas dalam beberapa hal yang dapat dijadikan alasan atau ide untuk mengajukan proposal PKM di masing-masing bidang tersebut dengan acuan Pedoman 2015 di atas dan sumber-sumber lain yang berkaitan dengan PKM. Alasan dan ide untuk pengajuan proposal PKM ini dapat dilengkapi sesuai dengan pengalaman dan situasi dosen dan mahasiswa dalam berinovasi dan berkreasi.

Bidang PKMP adalah bidang yang paling mudah dipahami karena pengertian tentang penelitian sudah sedemikian kita kenali. Bidang PKMP dibagi dua yaitu PKM-PE (PKM Penelitian Eksakta) dan PKM-PSH (PKM Penelitian Sosial Humaniora). Alasan berupa keingintahuan atas suatu fenomena, menjelaskan suatu fenomena, memanipulasi suatu fenomena untuk diaplikasikan, atau beragam alasan lain yang menjadi ciri khas kegiatan penelitian adalah alasan-alasan yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk mengajukan proposal PKM bidang ini. Ide dari PKMP ini bisa berasal dari penelitian dosen, berasal dari proyek besar dari road map laboratorium, berasal dari pengamatan atas masalah di lingkungan, berasal dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya misalkan di tingkat sekolah menengah sebelumnya, berasal dari bacaan studi literatur seperti buku dan jurnal, atau berasal dari pertanyaan atau tantangan dosen dalam kuliah. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah walaupun ide penelitian bisa dari penelitian dosen yang telah ada tapi inisiatif dan pelaksanaan haruslah dari mahasiswa, dosen diharapkan tidak menjadikan mahasiswa sebagai bagian riset atau kegiatan akademik dosen. Hal yang menarik untuk diperhatikan untuk PKMP ini adalah porsi PKM-PSH yang lolos ke PIMNAS semakin tahun semakin banyak. Hal ini tentu peluang bagi mahasiswa FBE, FP, dan FH Ubaya untuk juga berbondong-bondong mengajukan proposal PKMP.

Bidang PKMK adalah program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada laba. Komoditi usahanya dapat berupa barang atau jasa. Jadi mahasiswa yang tertantang untuk mendirikan usaha baru, menciptakan varian baru yang lebih baik dari suatu produk yang sudah ada, meningkatkan kualitas layanan untuk suatu usaha, menciptakan kreasi baru dari suatu produk, dan beragam alasan lain untuk berwirausaha dapat menyalurkan kreativitasnya dengan mengajukan proposal PKMK. Ide untuk membuat proposal PKMK dapat berasal dari pengamatan peluang bisnis, berasal dari pemanfaatan kompetensi atau keahlian khusus yang sudah dimiliki, berasal dari keinginan untuk memanfaatkan potensi lokal, atau berasal dari keinginan untuk memanfaatkan limbah dan daur ulang. Pada PIMNAS 2016 yang baru lalu di IPB berkompetisi beragam kreativitas mahasiswa pada bidang PKMK ini mulai dari wirausaha dalam bidang fashion, minuman, makanan, souvenir dari limbah, jasa konsultasi belajar online, produk kesehatan, kosmetika, produk pertanian, energi alternatif, produk peternakan, alat bantu kerja, produk ergonomi, dan lain-lain. Hal yang harus diperhatikan dalam PKMK adalah pelaku utama usahanya adalah sang mahasiswa. Mereka diharapkan menjadikan hasil dari PKMK uini sebagai modal awal untuk melakukan usaha.

Bidang berikutnya di PKM adalah bidang pengabdian pada masyarakat atau disingkat dengan PKMM. Bidang inipun juga ada dalam skema hibah dari Kemenristekdikti untuk para dosen. Penerapan ilmu pengetahuan secara inovatif dan kreatif untuk peningkatan kinerja masyarakat adalah hal yang harus dimasukkan dalam usulan untuk bidang PKMM. Banyak alasan yang dapat dijadikan oleh mahasiswa untuk melakukan program PKMM ini antara lain: keprihatinan atas adanya kemiskinan di masyarakat, panggilan jiwa mahasiswa untuk memberdayakan komunitas tertentu, membantu masyarakat untuk mengenali dan menggunakan potensi lokal, atau meningkatkan kesadaran masyarakat untuk isu-isu penting untuk peningkatan derajat hidup masyarakat. Ide-ide untuk dapat mengajukan proposal PKMM ini bisa didapatkan oleh mahasiswa dengan bermacam cara seperti terjun langsung mengetahui keadaan masyarakat sekeliling, mendapatkan ide dari proses mengikuti lembaga-lembaga sosial dan keagamaan, mendapatkan ide dari isu-isu sentral yang diusung oleh LSM-LSM yang bersinggungan dengan masyarakat, atau dapat juga memperoleh ide dari karya-karya penelitian dosen atau mahasiswa yang ternyata dapat digunakan secara bermanfaat oleh masyarakat.

Bidang PKM yang hampir berdekatan dengan PKMM adalah PKMT. PKMT merupakan program bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi atau manajemen bagi masyarakat berskala mikro, menengah, bahkan besar yang sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Perbedaan utama PKMT dengan PKMM adalah produk PKMT adalah solusi dari masalah utama yang dihadapi oleh calon mitra program. PKMT ini harus didahului oleh proses bertukar pikiran antara mahasiswa dan mitra, kemudian kegiatan dikukuhkan dengan adanya Surat Pernyataan Kesediaan Berkerjasama dengan mitra program. Alasan untuk mengajukan proposal PKMT ini adalah keinginan untuk melihat sejauh mana karsa cipta atau manajemen yang diciptakan mahasiswa mampu menjawab persoalan masyarakat. Jika banyak komentar terhadap karya dan produk perguruan tinggi (dosen atau mahasiswa) yang hanya berujung pada konsep di kertas tanpa dapat diaplikasikan maka di PKMT ini hal itu dapat dibantah dengan menunjukkan keberhasilan penerapannya di masyarakat.

Jika mahasiswa mampu menciptakan suatu sistem, desain, model/barang atau prototip walaupun belum memberikan kemanfaatan langsung bagi pihak lain maka sebaiknya mengajukan proposal PKMKC. Sasaran kegiatan PKMKC ini sangat cocok untuk mahasiswa teknik, farmasi, atau industri kreatif yang sedang menghasilkan karya inovatif dan kreatif. Beberapa tugas mata kuliah atau tugas akhir mahasiswa berujung pada sistem, desain, model/barang atau prototip yang inovatif dan kreatif. Sungguh sayang kalau hasil karya mahasiswa dari tugas kuliah dan tugas akhir yang bagus tersebut tidak didorong untuk dikenal sampai ke tingkat nasional melalui ajang PKM. Mahasiswa yang mempunyai karsa cipta yang inovatif dan kreatif tersebut akan mendapatkan nilai tambah yang maksimal jika mengajukan proposal PKM untuk karyanya karena melalui PKM akan didapatkan masukan, penilaian, dan promosi dari karsa cipta yang dihasilkan tersebut. Melalui PKM, karsa ciptanya akan disempurnakan dan terbuka peluang untuk berinteraksi dengan dunia industri. Ide untuk membuat karsa cipta dapat berasal dari perubahan lingkungan teknologi, perubahan demografi, perubahan ekonomi, perubahan politik, dan lain-lain. Lagi-lagi inovasi dan kreatifitas dibutuhkan untuk memperoleh ide dari perubahan-perubahan yang dicermati.

Kemudian dua bidang berikut yaitu PKMAI dan PKMGT berbeda dengan lima bidang terdahulu. PKMAI dan PKMGT tidak melibatkan pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan dan laboratorium. Luaran PKMAI dan PKMGT adalah artikel. Kalau PKMAI adalah menyampaikan karya tulis mengacu pada kegiatan kreatifitas yang telah selesai dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang sama. Karena mengacu pada kegiatan kreatifitas dalam kelompok maka PKMAI ini tidak cocok untuk karya tulis yang berasal dari tugas akhir atau kegiatan praktikum. Sedangkan PKMGT adalah menyampaikan gagasan kreatif atas persoalan yang ada di masyarakat. Gagasan tertulis yang diutarakan haruslah unik, kreatif, dan bermanfaat. Jadi PKMGT juga memasukkan solusi yang ditawarkan atas fakta yang diungkap. PKMAI atau PKMGT dapat dijadikan sarana belajar bagi para mahasiswa untuk mengungkapkan pikiran dengan runtut dan jelas sesuai dengan kaidah ilmiah (untuk PKMAI) atau mengeluarkan gagasan yang unik, kreatif, dan bermanfaat untuk masyarakat (untuk PKMGT). Kemampuan menulis ilmiah atau kreatif sangat diperlukan mahasiswa baik di bangku kuliah atau setelah nanti selesai kuliah. Kalau ide untuk pengajuan proposal PKMAI lebih terfokus pada kegiatan yang telah dilakukan pada kelompok yang sama. Jadi PKMAI dapat ditulis bersumber dari kegiatan akademik yang dilakukan kelompok mahasiswa seperti magang, praktik lapangan, tugas khusus mata kuliah, serta kegiatan lain dari PKM. Sedangkan ide untuk pengajuan proposal PKMGT lebih luas cakupannya. Setiap fenomena kekinian yang ditangkap mahasiswa melalui diskusi, bahan bacaan, perkuliahan, interaksi dengan masyarakat secara langsung, atau bahkan imajinasi yang relevan dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai ide untuk membuat artikel PKMGT.