Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Tahun baru Imlek 2567 hampir tiba waktunya untuk merayakannya. Tahun baru Imlek memang identik dengan angpao dan barongsai, namun esensi Tahun Baru Imlek bukan hanya angao dan barongsai tetapi Tahun baru Imlek memiliki fungsi menjaga keutuhan dan kesinambungan keluarga. Oleh karena itu mengapa banyak orang yang mengusahakan untuk dapat berkumpul dengan keluarganya demi merayakan Tahun baru Imlek.

Tahun baru Imlek ditandai dengan tradisi mengunjungi rumah ibadat umum (kelenteng) untuk beribadah (bersembahyang), atau bersembahyang di rumah masing-masing. Sembahyang yang dilakukan ditujukan kepada Tian (dewa tertinggi), dewa-dewi di bawah Tian, dan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Sebagai catatan beribadah kepada Tian, dewa-dewi di bawah Tian, dan leluhur tidak hanya dilakukan pada tahun baru Imlek, tetapi dapat dilakukan secara harian atau tahunan. Seluruh anggota keluarga harus melakukan sembahyang kepada leluhur karena terdapat keyakinan bahwa leluhur yang telah meninggal masih tetap berada di keluarga, mengawasi, atau melindungi, sehingga masih tetap dianggap sebagai anggota keluarga yang hidup. Sembahyang disertai dengan membakar hiodan menyalakan api atau cahaya yang terus menyala di altar leluhur. Apabila terdapat anggota keluarga yang tidak melakukan sembahyang kepada leluhur yang telah meninggal dunia maka akan mendapatkan hukuman dari leluhurnya.

Sembahyang kepada leluhur sebagai bentuk simbolis relasi anggota keluarga yang masih hidup dengan anggota keluarga yang telah meninggal dunia. Relasi yang tidak pernah terputus, dan terdapat ikatan emosional. Anggota keluarga yang pernah berelasi dengan anggota keluarga yang telah meninggal dunia semasa hidup tentunya akan memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dibandingkan dengan generasi berikutnya. Oleh karena itu untuk membentuk ikatan emosional antar anggota keluarga yang berbeda generasi maka sebuah keluarga harus melakukan pengenalan mengenai pohon keluarga (riwayat keluarga) secara berkesinambungan dan mengenalkan anggota keluarga yang telah meninggal dunia secara rinci sehingga dapat dikenali generasi berikutnya. Di atas altar sembahyang biasanya terdapat foto atau lukisan leluhur dari keluarga yang dapat membantu untuk mengenali kepada siapa anggota keluarga bersembahyang. Saat bersembahyang seluruh anggota keluarga diharapkan berkumpul sehingga seluruh anggota keluarga inti dan keluarga besar dapat saling berinteraksi dan saling mengenal.

Tahun baru Imlek merupakan waktu berkumpul bagi keluarga untuk menjaga keutuhan dan kesinambungan kelaurga. Selamat Tahun baru Imlek 2567 bagi saudara-saudara yang merayakannya.