Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Ayo Kerja! Kalimat yang terakhir ini banyak terpampang di sudut-sudut jalan, di depan kantor-kantor, dan di berbagai media. Kalimat Ayo Kerja!, merupakan taglineperingatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke tujuhpuluh. Kalimat tersebut merupakan penyemangat bagi kita untuk berkarya dan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia. Sebuah harian mengangkat tema Ayo Kerja!, dibandingkan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang saat ini mengalami kondisi sulit. Banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan perusahaan-perusahaan, sehingga apabila dikaitkan dengan kelimat Ayo Kerja!, kemudian memunculkan pertanyaan, kerja apa di saat ekonomi sulit? atau mau kerja apa karena baru saja di PHK.

TaglineAyo Kerja!, merupakan kalimat motivasional yang dapat mendorong individu yang berada di usia produktif untuk bekerja sehingga memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu dari tinjauan tahapan perkembangan, maka kalimat Ayo Kerja, mendorong usia yang tergolong pada tahapan dewasa awal untuk memenuhi tugas perkembangannya dengan bekerja. Bagi pekerja yang mengalami PHK, diharapkan tidak menyerah untuk mencari pekerjaan baru sesuai dengan kemampuannya dan tidak menutup kemungkinan membuka lapangan kerja baru bagi diri sendiri atau dengan kata lain berwirausaha. Bagi yang mengalami kesulitan ekonomi, meskipun belum waktunya bekerja dari sisi usia, bekerja merupakan sarana memenuhi kebutuhan hidup.

Apabila kita renungkan, dalam kehidupan manusia melakukan suatu kegiatan atau usaha yang disebut dengan kerja. Artinya tidak selalu kerja harus berkaitan dengan kegiatan yang menghasilkan uang, sehingga masih terdapat area kerja lain yang perlu dilakukan. Misalnya kerja memperbaiki kedisiplinan, kerja membentuk karakter positif, kerja menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan, kerja meningkatkan spiritualitas dan religiusitas, dan kerja memperbaiki kerukunan dalam kehidupan ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Ayo kerja memperbaiki kedisiplinan. Pemandangan banyaknya kendaraan bermotor yang melanggar rambu lalu lintas seperti melewati batas stop linedi traffic lightmerupakan salah satu contoh bentuk kurangnya kedisiplinan warga negara Indonesia. Bagaimana kedisiplinan di area kehidupan yang lain? Kurang lebihnya sama, masih perlu ditingkatkan, terutama kedisplinan dalam waktu dan kedisplinan dalam mengantri. Ayo kita bekerja meningkatkan kedisiplinan!.

Ayo kerja membentuk karakter positif. Banyak sekolah di Indonesia, mulai dari sekolah umum hingga sekolah yang memiliki embel-embel internasional ataupun standar internasional. Ukuran baik buruknya sekolah menurut masyarakat terlihat dari kualitas sekolah secara fisik meliputi gedung yang megah juga bahasa yang digunakan misalnya bahasa Inggris dan Mandarin. Banyak orang tua dan sekolah yang lupa menanamkan karakter positif bangga dengan Bahasa Indonesia. Demikian halnya dengan karakter positif lainnya, pendidikan masih lebih menekankan pada pendidikan kognitif. Hasilnya dapat dilihat, banyak orang pandai, bahkan sekarang ini untuk mendapatkan orang pandai tidak sulit. Tetapi mendapatkan orang yang baik perilakunya sangat sulit. Ayo kita bekerja dengan memperbaiki diri dengan belajar menerapkan karakter positif!.

Ayo kerja domestik!, masih banyak yang berpandangan, terutama yang berpegang teguh pada prinsip maskulinitas, bahwa laki-laki tidak seharusnya melakukan pekerjaan domestik seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan mengasuh anak. Kalau kita refleksikan, apa salahnya laki-laki melakukannya? bahkan saat ini sudah merupakan kebutuhan bahwa peran domestik bukan hanya tanggung jawab istri apalagi asisten rumah tangga. Laki-laki juga memiliki peran dalam kerja domestik.

Ayo kerja menjaga dan memperbaiki kelestarian lingkungan. Apakah saat ini pembaca sudah bekerja menjaga atau memperbaiki kelestarian lingkungan? Kalau belum, ayo kita bekerja. Sudah banyak bukti terjadinya kerusakan lingkungan akibat ulah manusia dan adanya ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan. Sudah banyak bukti bahwa kerusakan lingkungan memberikan dampak buruk bagi manusia. Kapan kita mau mulai peduli? sekaranglah waktunya kita bekerja, jangan terus menunggu sehingga pada akhirnya hanya menjadi penonton terjadinya kerusakan lingkungan bahkan menjadi pelaku.

Ayo kerja meningkatkan spiritualitas, beberapa prinsip dasar spiritualitas mengarah pada kebaikan dan perdamaian. Caranya dengan melakukan atau berbuat kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Berbuat kebaikan menghasilkan sesuatu yang positif dan perasaan damai. Ayo kita bekerja dengan berbuat baik dimulai dari yang sederhana ataupun hal-hal kecil.

Ayo kerja meningkatkan kehidupan religiusitas. Hidup di dunia tidak kekal, masih terdapat kehidupan setelah mati. Hidup di dunia tidak hanya mencari bekal material untuk hidup di dunia tetapi juga mencari bekal amal. Mari kita bekerja meningkatkan ibadah sesuai dengan agama masing-masing karena itu merupakan tanggungjawab kita dengan Tuhan Yang Maha Esa. Banyak perilaku kita yang belum didasari agama yang kita anut, termasuk ajaran saling menyayangi sesama manusia dan saling menghormati penganut agama lain. Mari kita bekerja dengan memberikan penghormatan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya.

Ayo kerja memperbaiki kerukunan dalam kehidupan ber Bhinneka Tunggal Ika. Banyak yang saat ini mengatakan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika perlu dipertanyakan pelaksanaannya dalam kehidupan berbangsa. Mengapa demikian?jawabnya masih banyaknya kasus kekerasan yang disebabkan perbedaan dalam kehidupan berbangsa. Merupakan pekerjaan bagi kita semua yang merasa sebagai bangsa Indonesia, yang menginginkan kedamaian dalam keberagaman. Ayo kita kerja untuk mewujudkannya.

Ayo kerja memperbaiki diri, demikianlah kurang lebih apabila dirangkum dalam satu kalimat makna taglineayo kerja!. Kerja tidak hanya sekadar mencari uang atau nafkah. Dengan memperbaiki diri melakukan berbagai usaha positif yang berkaitan dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan maka kehidupan yang lebih baik dapat terwujud. Semoga.