Oleh : Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Yakkum Emergency Unit (YEU) Yogyakarta merupakan lembaga kemanusiaan yang bergerak di bidang kebencanaan baik bencana alam, sosial, dan teknologi. YEU telah beberapa kali menjalin kerjasama dengan Laboratorium Psikologi Umum Fakultas Psikologi Universitas Surabaya dan Statistic Assistance Center (SAC) Fakultas Psikologi Universitas Surabaya dalam penanganan bencana ataupun pembekalan mahasiswa dalam penanganan bencana melalui kuliah tamu. Pada tanggal 1 November 2014 kembali diadakan kerjasama antara YEU dan Laboratorium Psikologi Umum Universitas Surabaya dalam bentuk studi eskursi mahasiswa mengenai manajemen bencana di Disaster Oasis Yogyakarta. Sebanyak 10 mahasiswa peserta mata kuliah Issue Kontemporer Psikologi Bencana mengikuti studi eskursi dengan tujuan pengayaan pembelajaran terkait manajemen bencana di organisasi yang secara khusus bergerak di bidang kebencanaan tersebut sehingga membuat mahasiswa menjadi lebih siap dalam menghadapi dan melakukan penanganan bencana. Studi eskursi ini sekaligus sebagai ajang peluncuran buku ajar Issue Kontemporer Psikologi Bencana yang ditulis Listyo Yuwanto, Cyntia Maria Poedjianto Adi, Sonya Septine, dan Meliawati Santoso.

Mata kuliah Issue Kontemporer Psikologi Bencana memiliki kekhasan selama dua semester terakhir yaitu mempelajari konsep dan mempraktekkan secara langsung ke lokasi bencana,erupsi Gunung Merapi dan erupsi Gunung Kelud. Di semester ini rancangan pembelajaran tidak diarahkan pada terjun langsung ke lokasi bencana namun adanya pengayaan terkait materi pembelajaran dalam bentuk studi eskursi sekaligus memperkuat jejaring kerjasama dan merancang project mitigasi bencana non-struktural berbasis ilmu psikologi. Banyak hal yang dapat dipelajari mahasiswa selama beberapa sesi studi eskursi di Disaster Oasis Yogyakarta.

Pada sesi pertama mahasiswa mempelajari mengenai sistem manajemen bencana Yakkum Emergency Unit, termasuk proses fundraising, pendampingan serta pembentukan komunitas dampingan pasca bencana. Pada sesi kedua mahasiswa dapat belajar mengenai konsep hazards, vulnerability, dan riskterkait bencana yang secara khas di Indonesia beserta siklus manajemen bencana. Sesi ketiga mahasiswa mempelajari mengenai mitigasi bencana struktural dan non struktural. Pembelajaran mitigasi bencana struktural terutama mengenai rumah aman bencana yang pernah dirancang dan dibangun Yakkum Emergency Unit di beberapa lokasi bencana seperti di Aceh dan Nias yang menyesuaikan dengan potensi bencana di daerah tersebut. Rumah bencana tersebut juga dibangun di Disaster Oasis sehingga mahasiswa dapat melihat secara langsung konstruksi bangunan di daerah rawan bencana. Pembelajaran mitigasi non struktural terutama mengenai persiapan menghadapi bencana dalam konteks keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui pembagian peran dan tips-tips menghadapi kondisi darurat.

Pada sesi terakhir, mahasiswa harus merancang project mitigasi bencana berbasis ilmu psikologi, kemudian didiskusikan untuk mendapatkan masukan dari dosen pengasuh mata kuliah Issue Kontemporer Psikologi Bencana yaitu Listyo Yuwanto dan narasumber dari Yakkum Emergency Unit yaitu Ranie Ayu Hapsari. Harapannya rancangan project yang dibuat mahasiswa merupakan rancangan project yang realistis dapat diwujudkan dan sesuai dengan kebutuhan kondisi bencana. Di akhir sesi, pihak Yakkum Emergency Unit memberikan tawaran kepada mahasiswa apabila rancangan project-nya telah selesai dapat diterapkan pada komunitas dampingan Yakkum Emergeny Unit sehingga makin membuat mahasiswa bersemangat merancang dan mewujudkan project mitigasi bencana.