Listyo Yuwanto

Fakultas Psikologi Universitas Surabaya

Bulan Ramadhan 1435 Hijriah telah tiba dan umat Islam menjalankan ibadah puasa. Selama bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya menjalankan ibadah puasa namun juga terdapat beberapa ibadah lainnya seperti sholat Tarawih, Tadarus Al Quran, dan membayar Zakat Fitrah. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dalam rangkaian ibadah antara manusia dengan Allah SWT juga memperkuat silaturahmi antara manusia dengan sesamanya. Silaturahmi tidak hanya antara umat Islam dengan umat Islam tetapi juga antara umat Islam dengan pemeluk agama lain. Di Indonesia seringkali kita menemui kegiatan berbuka puasa bersama yang diadakan oleh mereka yang tidak berpuasa atau pemeluk agama lain. Ramadhan dimeriahkan tidak hanya oleh pemeluk agama Islam tetapi juga oleh pemeluk agama lain yang menunjukkan adanya ikatan persaudaraan yang baik. Hal ini nampak juga di Universitas Surabaya. Universitas Surabaya yang identik dengan semboyan multikulturalnya dan telah terbukti multikultur. Mulai dari karyawan, dosen, mahasiswa berasal dari latar belakang budaya, etnis, dan agama yang beragam. Etnis apapun, latar belakang budaya apapun, agama apapun yang dipeluk, asal memenuhi persyaratan Ubaya dapat bekerja di Ubaya. Berdasarkan pengetahuan peneliti di beberapa universitas malah mensyaratkan pegawainya memeluk agama tertentu, sehingga di berkas lamaran ataupun wawancara kerja selalu ditanyakan mengenai agama yang dianut.

Satu kekhasan yang nampak di Universitas Surabaya adalah adanya perubahan jam kerja yang lebih memfasilitasi karyawan atau dosen yang beragama Islam untuk dapat khusyuk dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Buka puasa bersama juga seringkali ditemui di bulan Ramadhan, dan pesertanya beragam, tidak hanya karyawan, dosen, atau mahasiswa yang beragama Islam. UKM, KSM, UKS, Program Studi, ataupun personal secara bergantian mengadakan acara kajian Ramadhan dan berbuka puasa bersama. Hal ini mencerminkan bukti salah satu misi Universitas Surabaya yaitu memfasilitasi terciptanya komunitas yang menghormati nilai-nilai kehidupan (pro life) humanisme, dan demokrasi yang diwujudkan dalam bingkai kedamaian dan keadilan.

Melalui kegiatan-kegiatan yang memfasilitasi interaksi antara karyawan, dosen, dan mahasiswa yang beragam agama dalam bulan Ramadhan makin memperkuat ikatan persaudaraan berbasis multikultur di Ubaya. Inilah yang penulis rasakan sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Surabaya. Ubaya kuat karena multikultur yang tidak hanya sekadar semboyan namun diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bagi penulis Ramadhan terasa lebih indah dengan keberagaman yang ada di Ubaya. Tatanan masyarakat majemuk di Indonesia seolah tergambar di Ubaya, yang penulis rasakan juga saat masih menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa di Ubaya beberapa belas tahun yang silam. Penghormatan dan toleransi bagi yang menjani ibadah puasa sangat terasa bila dibandingkan universitas lain yang mengusung misi yang sama dengan Ubaya. Satu momen rangkain bulan Ramadhan yang ditunggu oleh karyawan, dosen, dan mahasiswa di Universitas Surabaya adalah Halal Bi Halal yang diadakan Universitas Surabaya. Di sanalah nampak, benar-benar berbaurnya seluruh warga Ubaya dengan indahnya keberagaman yang dimiliki (hal yang sama juga nampak saat perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru, yang mungkin hanya di Ubaya yang seperti ini). Semoga Ubaya makin maju, menunjukkan eksistensinya dengan multikulturalnya. Selamat Berpuasa bagi yang menjalankan semoga mendapatkan berkah, ampunan, dan hidayah Allah SWT.